CILEGON, BANPOS — Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal terus didorong melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0623/Cilegon. Salah satu hasil nyatanya adalah pembangunan instalasi pipanisasi sepanjang kurang lebih 1.024 meter di Kelurahan Panggung Rawi.
Pembangunan tersebut menjadi solusi atas persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani, yakni keterbatasan distribusi air ke lahan pertanian. Dengan adanya pipanisasi, suplai air dari Kali Tumpang kini dapat dialirkan langsung ke area persawahan warga.
Program ini menyasar dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Adem Mayem dan Kelompok Tani Adem Pikir, yang selama ini terkendala jangkauan irigasi konvensional. Dampaknya, potensi lahan pertanian di wilayah tersebut belum tergarap maksimal.
Kini, dengan tersambungnya jaringan pipa sepanjang lebih dari satu kilometer, luas lahan yang teraliri air meningkat signifikan. Diperkirakan sekitar 80 hektare sawah mulai merasakan manfaat dari proyek tersebut.
Serka Wahyu yang turut terlibat dalam kegiatan itu menegaskan pentingnya keberadaan fasilitas pipanisasi bagi produktivitas petani.
“Dengan adanya pipanisasi ini, lahan persawahan seluas sekitar 80 hektar dapat teraliri air secara lebih maksimal. Ini sangat penting untuk mendukung produktivitas dan keberlangsungan usaha petani warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengerjaan proyek dilakukan dengan semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan TMMD di lapangan.
Menurutnya, keterlibatan aktif warga, khususnya anggota kelompok tani, menunjukkan tumbuhnya rasa memiliki terhadap hasil pembangunan. Hal ini diharapkan berdampak pada keberlanjutan pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun.
Selain aspek fisik, program TMMD juga membawa pendekatan sosial melalui edukasi kepada masyarakat, termasuk terkait pemanfaatan dan perawatan sarana irigasi agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Pemanfaatan sistem pipanisasi dinilai lebih efisien dibandingkan saluran terbuka. Selain mengurangi potensi kehilangan air akibat penguapan, sistem ini juga lebih minim risiko penyumbatan.
Dengan terealisasinya pembangunan ini, TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon dinilai telah meletakkan fondasi penting bagi penguatan sektor pertanian di wilayah tersebut, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (*)







Discussion about this post