SERANG, BANPOS – Gema Idulfitri 1447 H di lingkungan Universitas Bina Bangsa (UNIBA) tidak sekadar berakhir dengan jabat tangan formal.
Menandai kembalinya rutinitas akademik pasca-Ramadan, kampus hijau di jantung Kota Serang ini menggelar Halalbihalal bertajuk “Titik Balik Pascaramadan: Membasuh Hati, Membasuh Produktivitas Kinerja Penuh Berkah.”
Momentum ini dipandang krusial bagi warga Serang sebagai refleksi sejauh mana lembaga pendidikan mampu mengonversi nilai spiritual menjadi etos kerja nyata.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh pucuk pimpinan yayasan, rektorat, hingga seluruh civitas akademika. Bagi masyarakat Serang yang menaruh harapan besar pada UNIBA sebagai pencetak generasi bangsa, agenda ini menjadi sinyal bahwa kualitas pendidikan tidak hanya dibangun di atas kertas, tetapi dimulai dari keharmonisan internal dan kebersihan integritas para pengabdinya.
Pembina Yayasan UNIBA, Prof. Furtasan Ali Yusuf, menegaskan bahwa Ramadan harus menjadi katalisator perubahan, bukan sekadar siklus tahunan yang lewat tanpa bekas. Ia menuntut adanya korelasi positif antara kesucian hati dengan kualitas pengabdian di dunia pendidikan.
“Melalui halalbihalal ini, kita tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga memperkuat komitmen untuk melanjutkan semangat Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Hati yang bersih akan melahirkan kerja yang jujur, ikhlas, dan penuh tanggung jawab. Dari situlah keberkahan akan hadir dalam setiap langkah dan pengabdian kita,” ungkap Furtasan.
Sinergi Fondasi dan Visi Akademik
Transisi dari masa jeda menuju produktivitas penuh menuntut kekompakan struktural. Ketua Yayasan, Sakti Andayani, melihat silaturahmi ini sebagai perekat emosional yang mendukung kemajuan institusi.
“Acara ini merupakan bagian dari tradisi kita untuk menjaga silaturahmi dan memupuk semangat kebersamaan. Kami berharap suasana kekeluargaan ini bisa membawa kemajuan bagi universitas,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen untuk tetap konsisten menjaga semangat kebersamaan tersebut dalam setiap kebijakan kampus maupun interaksi harian.
Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana semangat kolaboratif ini mampu menjawab ekspektasi publik terhadap reputasi kampus.
Rektor UNIBA, Prof. Bambang D. Suseno, mengingatkan para pendidik dan pegawai untuk menjaga integritas di tengah persaingan perguruan tinggi yang kian ketat.
“Kita harus terus berusaha memberikan yang terbaik dan terus menjaga reputasi Universitas Bina Bangsa. Semoga Halalbihalal ini menjadi titik awal semangat baru dalam menghadapi tahun ajaran yang akan datang,” tegas Bambang.
Menurutnya, solidaritas antarlini, mulai dari pejabat struktural hingga staf adalah kunci utama untuk membangun pendidikan yang bermartabat.
Penguatan Spiritual dan Dampak Sosial
Melengkapi dimensi organisasional tersebut, KH. Manar MAS dalam tausiyahnya menitikberatkan pada pentingnyalandasan spiritual dalam bekerja.
Nilai-nilai Ramadan seperti kedisiplinan dan keikhlasan harus menjadi pondasi untuk meningkatkan etos kerja yang berdampak luas.
Membasuh produktivitas dimaknai sebagai upaya menghapus ego sektoral demi kepentingan institusi dan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Acara yang ditutup dengan doa bersama ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial tahunan. Warga Serang kini menanti dampak nyata dari “basuhan hati” tersebut melalui peningkatan pelayanan pendidikan dan prestasi mahasiswa yang lebih gemilang.
Keberhasilan UNIBA membangun lingkungan kampus yang solid dan penuh rasa kekeluargaan menjadi modal sosial yang mahal untuk terus eksis sebagai salah satu pilar intelektual di Banten. (*)







Discussion about this post