Bakti Sosial UNIBA, Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Tanggung Jawab Moral Kampus

SERANG, BANPOS – Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggebrak bulan suci Ramadan 1447 H melalui aksi nyata bakti sosial dan buka puasa bersama. Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Tin Kampus A pada Sabtu (14/3/2026) ini menyasar masyarakat di lingkungan sekitar kampus.

Meskipun rutin, panitia mengemas acara ini sebagai momentum krusial untuk mempererat empati serta solidaritas sosial antar manusia. “Kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi warga sekitar kampus melalui bantuan ini,” tegas perwakilan panitia saat menyapa warga.

Baca Juga

Selain itu, sivitas akademika menyalurkan paket sembako serta santunan tunai kepada puluhan anak yatim yang hadir. “Kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa pengabdian masyarakat tetap menjadi prioritas utama universitas,” ujar salah satu dosen di lokasi.

Selanjutnya, Rektor UNIBA, Prof. Bambang D Suseno, menekankan bahwa agenda ini bukan merupakan formalitas tahunan belaka. “Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ucap Bambang dengan nada tegas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kampus harus bertransformasi menjadi rumah besar yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. “Ramadan mengajarkan kita untuk berbagi sekaligus memperkuat ukhuwah yang lebih luas,” tambah Bambang di hadapan para undangan.

 

Bakti Sosial UNIBA, Bangun Generasi Berintegritas

Di sisi lain, Pembina Yayasan UNIBA, Prof. Furtasan Ali Yusuf, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi penyelenggaraan acara tersebut. “Kepedulian sosial di lingkungan kampus akan menjadi teladan dalam membangun generasi berintegritas,” jelas Furtasan saat memberikan sambutan.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa nilai kebersamaan antara yayasan dan masyarakat harus terjaga secara konsisten. “Kami berharap lembaga pendidikan benar-benar memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan langsung,” tutur pria yang akrab disapa FAY tersebut.

Kemudian, suasana religius semakin kental saat KH Hisbullah menyampaikan tausiah tentang pentingnya keikhlasan dalam berderma. “Keikhlasan adalah kunci utama agar setiap amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” ungkap KH Hisbullah kepada jemaah.

Setelahnya, seluruh peserta menikmati momen berbuka puasa bersama yang mencairkan sekat antara pimpinan universitas dengan warga. “Momen seperti ini sangat langka dan mempererat tali silaturahmi kita semua,” kata seorang warga penerima bantuan.

Akhirnya, UNIBA berkomitmen menjadikan budaya berbagi ini sebagai napas kehidupan akademik, bukan hanya muncul saat Ramadan. “Kami akan terus mendorong kolaborasi positif demi memperkuat nilai kemanusiaan di dunia pendidikan,” pungkas salah satu pimpinan universitas. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post