LEBAK, BANPOS – PT Wijaya Karya (WIKA) Serang Panimbang (Serpan) resmi membuka akses Tol Rangkasbitung-Cikulur-Cileles secara fungsional tanpa tarif alias gratis mulai Kamis (12/3).
Pembukaan jalan bebas hambatan sepanjang 24,1 kilometer ini dilakukan khusus untuk memfasilitasi kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Manajer Pengembangan Usaha dan Pemasaran WIKA Serpan, Muhammad Albagir, menyatakan bahwa akses keluar masuk di Gerbang Tol Cikulur dan Cileles sudah bisa dilewati oleh pengguna jalan sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi.
“Ya, jadi tadi pukul 07.00 pagi sudah kita buka fungsional di akses Cikulur dan Cileles. Mulai per hari ini sudah bisa digunakan secara fungsional dan gratis selama 15 hari, yakni dari tanggal 12 sampai 25 Maret untuk arus mudik Lebaran,” kata Albagir pada Kamis (12/3).
Kendati demikian, jalur fungsional Tol Serang-Panimbang Seksi Dua ini tidak dioperasikan selama 24 jam penuh.
Pihak pengelola memberlakukan pembatasan jam operasional, yakni mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB setiap harinya.
Keputusan tidak mengoperasikan tol pada malam hari diambil semata-mata demi keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Albagir menjelaskan, status tol fungsional berarti pengerjaan konstruksi fisik jalan belum sepenuhnya rampung.
Selain itu, sarana prasarana pendukung seperti penerangan jalan umum belum berfungsi maksimal.
“Jadi memang kalau fungsional itu tidak optimal. Konstruksi belum selesai 100 persen, kemudian juga banyak penerangan yang belum siap. Istilahnya belum berfungsi secara maksimal. Untuk keselamatan pengguna jalan sendiri, maka kita batasi sampai jam 17.00 WIB,” tegasnya.
Selain pembatasan waktu, WIKA Serpan juga membatasi jenis kendaraan yang boleh masuk.
Mengingat situasi konstruksi yang belum ideal, tol fungsional ini sementara waktu hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I, yaitu kendaraan pribadi atau kendaraan kecil.
Kendaraan besar seperti bus angkutan penumpang dilarang keras melintas.
Pengendara yang melintas juga diminta untuk tetap waspada dan mengatur laju kecepatan. Pengelola mencatat adanya titik krusial berupa bekas longsoran di sekitar Kilometer 36.
Menindaklanjuti hal tersebut, petugas WIKA Serpan telah memasang rambu-rambu peringatan lalu lintas yang memadai serta menyiagakan petugas di lokasi untuk mengarahkan pengemudi.
Terkait kelengkapan fasilitas, Albagir mengakui bahwa tempat istirahat (rest area) di Seksi Dua saat ini belum tersedia karena masih dalam tahap pengerjaan.
Meski begitu, pemudik yang kelelahan tidak perlu khawatir.
Pihaknya mempersilakan pengguna jalan untuk mampir dan beristirahat di kantor operasional yang ada di setiap gerbang tol. Fasilitas seperti musala dan toilet telah disiapkan di sana.
Sementara untuk kebutuhan pengisian bahan bakar minyak (BBM), pengelola belum menyediakan stasiun pengisian portable di lintasan Seksi Dua.
Pengendara diimbau untuk mengisi penuh BBM sebelum masuk jalur fungsional.
“BBM portable ada, tapi di Seksi Satu tepatnya di Rest Area KM 70A. Di sini (Seksi Dua) kebetulan belum ada,” tambahnya.
Guna mengantisipasi puncak arus mudik yang diprediksi jatuh pada 16 Maret 2026, pengelola jalan tol akan menebalkan jumlah personel penjagaan di setiap gerbang.
Alat pembaca kartu tol keliling (mobile reader) juga disiagakan untuk mempercepat proses transaksi dan mengurai potensi antrean kendaraan.
Albagir memprediksi di tahun ini, volume kendaraan pemudik yang melintasi jalur Tol Rangkasbitung mencapai sekitar 15 ribu kendaraan.
Sementara di tahun sebelumnya, rata-rata kendaraan yang melintasi jalur tersebut tercatat sebanyak 12 ribu.
“Kalau di tahun sebelumnya kan kita average di 11 ribu –12 ribu kemungkinan di tahun ini bisa sampai 14 ribu – 15 ribu kendaraan pada saat puncak,” ujarnya.
Lantas, bagaimana dengan sistem pemotongan saldo e-Toll?
Pengguna jalan dari arah Jakarta, Tangerang-Merak, atau Gerbang Tol Walantaka yang keluar di Cikulur maupun Cileles dipastikan tidak akan dikenakan biaya tambahan untuk lintasan Seksi Dua.
“Saat ini nanti hanya terpotong di Seksi Satu. Jadi misalnya pengguna masuk dari Walantaka atau Tangerang-Merak, itu hanya memotong Seksi Satu saja. Setelah tap di Rangkasbitung terus dia lanjut ke sini (Cileles/Cikulur), itu sudah tidak terpotong tarif lagi atau bisa langsung lewat,” pungkas Albagir. (*)






Discussion about this post