Ribuan Kilometer Jalan Desa di Banten Rusak, Bang Andra Digagas jadi Solusi

SERANG, BANPOS – Ribuan kilometer jalan Desa dan Kabupaten rusak di Provinsi Banten mulai dipetakan untuk segera diperbaiki. Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov) mencatat panjang jalan yang perlu perbaikan mencapai hampir 3.000 kilometer yang tersebar di empat kabupaten, terutama di daerah dengan cakupan wilayah luas seperti Lebak dan Pandeglang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan, pemetaan dilakukan sebagai langkah awal pelaksanaan program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang digagas Gubernur Banten, Andra Soni.

Baca Juga

“Data terakhir yang kami miliki dari usulan yang masuk ke kita itu ada sekitar 3.000 kilometer jalan kabupaten dan desa yang kondisinya rusak. Ini tersebar di empat kabupaten, dan sebagian besar ada di Lebak dan Pandeglang,” kata Arlan, Rabu (21/5).

Menurut Arlan, Pemprov Banten kini memiliki dasar hukum untuk memperbaiki jalan-jalan tersebut meskipun statusnya bukan jalan provinsi. Hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Banten Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pedoman Konektivitas Pembangunan di Wilayah Provinsi Banten.

“Jadi pak Gubernur ingin memperbaiki jalan-jalan rusak ini melalui program yang namanya Bang Andra atau Bangun Jalan Desa Sejahtera, dan itu sudah ada Pergubnya juga kan saat peluncuran programnya kemarin. Melalui Pergub itu, kini Provinsi bisa membantu kabupaten dan desa dalam membangun jalan. Bantuan ini sifatnya intervensi provinsi dan teknis pengusulannya akan segera kami sosialisasikan,” jelasnya.

Arlan menerangkan, program Bang Andra ini akan menyasar jalan-jalan yang menjadi akses penting untuk aktivitas pertanian, pariwisata, dan konektivitas ekonomi lainnya.

Tahun ini, kata dia, Pemprov Banten akan memulai pembangunan di delapan titik jalan desa sepanjang 12 kilometer dengan struktur beton dan total anggaran sebesar Rp60 miliar.

“Satu titik bisa dua atau tiga kilometer. Tapi ke depan kita ingin tangani satu ruas jalan secara utuh, agar dampaknya terasa maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Arlan mengungkapkan, kebutuhan dana untuk memperbaiki seluruh jalan rusak sepanjang 3000 kilometer tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp15 triliun. Meski begitu, Arlan menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintah agar persoalan ini bisa ditangani secara bertahap.

“Ini langkah awal agar kabupaten dan kota bisa berkolaborasi dengan provinsi. Kalau semua bergotong royong, persoalan ini bisa diurai,” tegasnya.

“Konsep program Bang Andra ini dalam bentuk hibah barang atau aset. Sifatnya hanya bantuan kepada kabupaten /kota. Sementara kewenangan jalan masih tetap pemerintah kabupaten /kota,” ujar Arlan.

Ia mengatakan, pelaksanaan Bang Andra ini selain didasarkan pada UU No 2 tahun 2022 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan. Sementara Pemprov sendiri telah mengeluarkan Perda No 17 tahun 2025 tentang pedoman peningkatan produktivitas pembangunan jalan di wilayah Provinsi Banten.

“Program ini juga masuk dalam susunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) perubahan untuk 2025-2030 yang selaras dengan visi dan misi Gubernur Banten Andra Soni untuk sektor infrastruktur,” tuturnya.

Lebih jauh Arlan menambahkan, diperkirakan tahun 2025 ini Pemprov menganggarkan Rp60 miliar untuk memulai pembangunan jalan desa di delapan titik yang tersebar di Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang dan Tangerang dengan total panjang 12 kilometer.

“Anggaran ini diambil dari pergeseran efisiensi anggaran yang dikumpulkan pak gubernur. Kita akan memulai dengan anggaran Rp60 miliar. Selanjutnya anggaran akan terus ditingkatkan,” terangnya.

Seraya menambahkan, mekanisme jalan yang akan dibangun berdasarkan pengajuan dari kabupaten/kota di Banten. Selanjutnya, tim dari PUPR akan melakukan verifikasi yang fokus pada jenis kerusakan dan panjang jalan, termasuk administrasi atau status jalan.

Sementara itu, terpisah, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan program Bang Andra merupakan upaya membangun konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat di desa-desa.

“Dengan membangun jalan desa, masyarakat akan lebih produktif, dan pada akhirnya desanya juga akan sejahtera,” kata Andra saat melakukan kunjungan kerja ke Pandeglang, Rabu (21/5).(MPD/ENK)

Berita Terkait

Discussion about this post