DPRD Cilegon Minta Mitigasi Banjir Dipersiapkan

CILEGON, BANPOS – DPRD Kota Cilegon meminta Pemkot Cilegon segera menyiapkan langkah mitigasi banjir sebelum memasuki periode hujan dengan intensitas tinggi. Pemeriksaan infrastruktur di sejumlah titik rawan dinilai perlu dilakukan sejak dini agar pemerintah tidak kembali kelabakan saat banjir terjadi.

Anggota DPRD Kota Cilegon Ruaniah mengatakan, kesiapsiagaan penting dilakukan karena sejumlah wilayah di Kota Cilegon kerap terdampak banjir ketika hujan deras. Menurutnya, pemerintah harus mengantisipasi potensi banjir sebelum bencana terjadi, bukan baru mencari solusi setelah genangan meluas.

Baca Juga

“Karena sekarang sudah mendekati akhir tahun, kita harus mulai mengantisipasi. Jangan sampai ketika hujan deras datang, banjir datang, baru kita sibuk mencari solusi,” kata Ruaniah, Rabu (23/9).

Ruaniah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait kembali memetakan dan mengecek wilayah yang selama ini menjadi titik rawan banjir. Pemeriksaan tersebut harus mencakup kondisi drainase, aliran sungai, pompa, hingga potensi sumbatan yang dapat memperparah genangan.

“Yang menjadi titik rawan harus dicek lagi. Drainasenya bagaimana, aliran sungainya bagaimana, apakah ada yang tersumbat atau perlu dilakukan normalisasi. Itu harus dipersiapkan dari sekarang,” ujarnya.

Menurut Ruaniah, penanganan banjir tidak boleh hanya mengandalkan langkah darurat setelah bencana terjadi. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan perlu diperkuat untuk menekan risiko serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

“Jangan sampai kita hanya bergerak setelah banjir. Pencegahan dan kesiapsiagaan itu yang harus diperkuat. Belajar dari yang sudah-sudah,” tuturnya.

Selain infrastruktur, kesiapan personel dan koordinasi antar-OPD juga dinilai penting. Pemerintah perlu memastikan mekanisme penanganan hingga evakuasi masyarakat telah disiapkan apabila hujan deras memicu banjir dalam skala besar.

“Harapannya jangan sampai terulang banjir besar yang berdampak ke masyarakat. Pemerintah harus benar-benar siap, baik dari sisi infrastruktur maupun personel dan penanganannya,” ucapnya.

Ruaniah berharap mitigasi tidak berhenti pada pemetaan titik rawan. Hasil pemeriksaan harus segera ditindaklanjuti melalui pembersihan saluran, perbaikan infrastruktur, normalisasi aliran yang diperlukan, serta memastikan kesiapan petugas di lapangan sebelum curah hujan meningkat. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post