SERANG, BANPOS – Inovasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dikembangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mendapat apresiasi melalui Radar Banten Award 2026. Program tersebut dinilai menjadi salah satu upaya memperluas akses dan pemerataan layanan pendidikan menengah di Banten.
Penghargaan Inovasi dalam Pelayanan Publik itu diterima Dindikbud Banten dalam malam penganugerahan Radar Banten Award 2026 di Serang, Rabu (23/9). Apresiasi diberikan atas pemanfaatan teknologi digital untuk mengatasi hambatan geografis sekaligus memperluas kesempatan siswa memperoleh layanan pendidikan menengah.
Kepala Dindikbud Provinsi Banten Jamaluddin mengatakan, penghargaan tersebut merupakan apresiasi terhadap kerja seluruh ekosistem pendidikan dalam mendukung pelaksanaan PJJ. Menurutnya, penghargaan itu juga menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Alhamdulillah, penghargaan pada malam hari ini merupakan wujud nyata dari dedikasi dan kerja keras seluruh ekosistem pendidikan di Provinsi Banten. Apresiasi Radar Banten Award 2026 ini bukan sekadar plakat kebanggaan, melainkan pemantik semangat bagi kami untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Jamaluddin usai menerima penghargaan, Rabu (23/9).
Jamaluddin menjelaskan, PJJ SMA dirancang untuk membantu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMK di Banten. Skema ini memberikan fleksibilitas bagi anak usia sekolah yang menghadapi kendala ekonomi maupun jarak tempuh menuju sekolah.
“Jarak geografis maupun keterbatasan ruang kelas tidak boleh lagi mengubur mimpi anak-anak Banten untuk menuntaskan wajib belajar 12 tahun. Melalui PJJ, kami memastikan sistem pembelajaran tetap berjalan optimal dengan dukungan modul interaktif dan pendampingan guru pamong yang kompeten,” jelasnya.
Melalui PJJ, siswa yang menghadapi kendala untuk menjangkau sekolah secara konvensional tetap memiliki alternatif mengikuti pembelajaran. Proses belajar didukung pemanfaatan teknologi digital, modul interaktif, dan pendampingan guru pamong.
Ke depan, Dindikbud Banten akan memperkuat pelaksanaan PJJ di delapan kabupaten/kota. Penguatan tersebut mencakup infrastruktur jaringan serta kapasitas tenaga pendidik agar layanan pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.
Penguatan PJJ menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan menengah di Banten. Program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak usia sekolah yang menghadapi kendala jarak maupun keterbatasan daya tampung sekolah. (*)







Discussion about this post