Tekan Inflasi, Kabupaten Tangerang Bentuk Tim Pantau Harga Pangan

TANGERANG, BANPOS – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang membentuk tim pemantau harga barang dan jasa secara umum. Tim dibentuk untuk menekan inflasi sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di daerah seribu industri ini.

Untuk menindaklanjuti pembentukan tim, DPKP menggelar rapat koordinasi (Rakor) harga pangan strategis dalam mengatasi kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu atau Inflasi Tahun 2026.

Baca Juga

Rakor diikuti Perwakilan Bidang Sarana, Bidang Prasarana, Bidang Keswan dan Bidang Penyuluhan DPKP Kabupaten Tangerang.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang, Abdul Munir menyampaikan, bahwa rapat untuk menyamakan informasi dan pemahaman kondisi harga dan pasokan pangan pokok startegis.

Selain itu juga, kata dia, untuk mengindentifikasi hal yang perlu menjadi perhatian dan langkah yang bisa dilakukan dalam mengintervensi serta mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan.

“Kami akan melaksanakan evaluasi perkembangan harga pangan strategis, sehingga bisa melakukan langkah apa saja yang akan dilakukan dalam upaya pasokan dan harga pangan,” jelas pria yang akrab disapa Munir ini.

Munir melanjutkan, DPKP Kabupaten Tangerang sudah membentuk tim pemantau harga dan ketersediaan stok pangan di beberapa pasar di Kabupaten Tangerang.

Tim tersebut bertugas untuk melakukan pemantauan harga pangan pokok strategis secara berkala untuk memastikan stabilisasi harga dan keterjangkauan bagi masyarakat.

Jenis pemantauan harga pangan pokok strategis meliputi pemantuan harga di tingkat konsumen dan pemantauan harga di tingkat produsen.

“Lokus pemantauan harga pangan pokok di tingkat produsen meliputi petani padi, pemilik penggilingan padi, dan petani cabai,” imbuh Munir.

Sementara lokus pemantauan harga pangan pokok di tingkat konsumen meliputi pasar tradisional yaitu Pasar Gudang Tigaraksa, Pasar Cikupa, dan Pasar Modern Suvarna Sutra dan Pasar City market Citra Raya.

“Saat ini harga beberapa pangan pokok naik di tingkat konsumen, seperti cabai rawit merah, cabai keriting, dan beberapa komoditas lainnya akibat kelangkaan pasokan pangan,” kata Munir.

Ia lanjutkan, hasil pemantauan harga di tingkat produsen pada bulan September ini, seperti harga gabah kering panen (GKP) tingkat petani Rp7,850/Kg, GKP tingkat penggilingan Rp7.850/Kg.

Sedangkan harga gabah kering giling (GKG) tingkat penggilingan Rp8.682/Kg. Harga beras medium tingkat penggilingan Rp13,575 /Kg sedangkan harga beras premium tingkat penggilingan Rp14,800/Kg.

Menurut Munir, harga pangan di tingkat konsumen, terutama harga gabah dan beras relatif stabil. Sedangkan komoditas hortikultura harganya lebih flutuaktif.

“Untuk cabai rawit merah, cabai merah keriting dan bawang merah memiliki rata-rata fluktuasi terhadap HAP, masing- masing +75,54%, +33,49% dan + 14,67%. Cabe rawit merah menjadi komoditas dengan rata-rata harga paling tinggi dibandingkan HAP,” ujarnya.

Lebih lanjut Munir menyebut saat ini sedang mengalami kekeringan akibat sumber air kering sehingga mengakibatkan produksi pangan pokok menurun, begitu juga pasokan dari daerah lain luar Kabupaten Tangerang, berkurang akibat musim kemerau yang panjang.

Akibat cuaca kering, mengakibatkan komoditas hortikultura khususnya cabai rawit merah dan bawang merah menunjukan fluktuasi harga yang relatif tinggi selama periode pengamatan, sedangkan komoditas gabah dan beras relatif stabil. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post