CILEGON, BANPOS – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengingatkan penerima Beasiswa Cilegon Juare agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya. Beasiswa dapat dicabut jika terbukti disalahgunakan untuk kepentingan di luar kebutuhan pendidikan, termasuk gaya hidup hedon dan foya-foya.
Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengatakan, Beasiswa Cilegon Juare bersumber dari uang masyarakat yang dihimpun melalui pajak. Karena itu, penerima harus menggunakan bantuan tersebut secara amanah untuk menunjang kebutuhan pendidikan.
“Saya yakin ga ada warga Cilegon seperti itu, kalau memang ada langsung dicabut beasiswanya, mending orang lain yang dapat beasiswanya,” tegasnya, Minggu (20/9).
Fajar menegaskan, anggaran beasiswa bukan berasal dari uang pribadi Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Cilegon. Dana tersebut merupakan uang masyarakat yang dipercayakan kepada pemerintah untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
“Itu bukan uang Walikota atau Wakil, tapi uang masyarakat yang dipercaya untuk pelajar yang berprestasi akademik, non akademik, atau jalur lainnya untuk dapat beasiswa,” jelasnya.
Karena itu, Fajar meminta penerima tidak menggunakan dana beasiswa untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup yang tidak berkaitan dengan pendidikan. Ia mengingatkan bahwa dana tersebut berasal dari kontribusi masyarakat melalui pajak.
“Jangan mencari sesuatu kenikmatan dunia saja, itu uang masyarakat. Mungkin kalian gatau jerih payahnya gimana masyarakat bayar pajak, kerja potong pajak buat bangun ini itu termasuk beasiswa,” tuturnya.
Menurut Fajar, bantuan tersebut harus diprioritaskan untuk kebutuhan pendidikan, terutama biaya perkuliahan seperti SPP maupun Uang Kuliah Tunggal (UKT). Penggunaan sesuai peruntukan menjadi bagian dari tanggung jawab penerima atas bantuan yang diberikan pemerintah.
“Tolong lah bagi penerima beasiswa gunakan secara amanah dengan baik. Kalau untuk SPP atau UKT, bayarkan sesuai peruntukannya,” pintanya.
Ia berharap penerima dapat menjaga kepercayaan tersebut dengan menggunakan bantuan secara tepat. Pemkot tidak ingin program yang dirancang untuk membantu pendidikan justru dimanfaatkan untuk kebutuhan di luar tujuan beasiswa.
“Manfaatkan dengan baik, gunakan sesuai peruntukannya. Tolong dijaga dan digunakan dengan baik,” pungkasnya.
Diketahui, pendaftaran Beasiswa Cilegon Juare dibuka pada 11–20 September 2026. Setelah pengisian biodata dan pengunggahan dokumen, proses dilanjutkan dengan verifikasi dokumen dan validasi data pada 18 September–9 Oktober 2026.
Pengumuman calon penerima dijadwalkan pada 19 Oktober 2026. Tahun ini, Pemkot Cilegon menyediakan kuota Beasiswa Cilegon Juare untuk 763 penerima. (*)







Discussion about this post