CILEGON, BANPOS – Pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang menekan kondisi fiskal Kota Cilegon tidak boleh menjadi alasan Aparatur Sipil Negara (ASN) menurunkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pemkot Cilegon meminta seluruh aparatur tetap bekerja optimal meski pemerintah daerah tengah menghadapi tekanan keuangan.
Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menegaskan ASN merupakan ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kondisi fiskal daerah harus dihadapi dengan tetap menjaga tanggung jawab dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan publik.
“Jangan sampai apa yang terjadi dengan TKD saat ini menjadi alasan kalian untuk menurunkan semangat dalam menjalankan tugas. Apapun yang terjadi kita harus tetap semangat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Fajar usai memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Walikota Cilegon, Kamis (17/9).
Fajar mengatakan keberlangsungan pemerintahan tidak hanya bergantung pada kebijakan pimpinan daerah, tetapi juga kinerja aparatur di setiap organisasi perangkat daerah. Karena itu, ASN diminta tetap menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing meski berbagai penyesuaian dilakukan akibat tekanan fiskal.
“Apa pun yang kalian rasakan, percaya dengan saya bahwa kalian semua di sini adalah ujung tombak dari pemerintah, dimana kemajuan Kota Cilegon itu ada di tangan kalian semua,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tidak menjadi satu-satunya alasan ASN dalam menjalankan tugas. Fajar meminta aparatur memiliki motivasi yang lebih luas, termasuk tanggung jawab kepada keluarga dan orang tua.
“Kalau kalian ingin punya motivasi simpel cukup keluarga kalian di rumah. Kalau belum berkeluarga, orang tua kalian, jadi kalian enggak perlu jauh-jauh cari motivasi cukup orang terdekat aja untuk dijadikan sebagai motivasi,” katanya.
Di tengah keterbatasan fiskal, Fajar menilai kepercayaan pemerintah kepada ASN harus dijawab dengan kinerja dan pelayanan yang optimal. Ia memastikan Pemkot Cilegon tetap mempercayai aparatur untuk menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Di mana pun kalian berada, kami percaya dengan kinerja kalian semua, selama kalian menjalankan tugas dengan tulus. Jaga kepercayaan yang kami berikan ini dengan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kota Cilegon,” ujarnya.
Pesan tersebut disampaikan saat Pemkot Cilegon menghadapi konsekuensi pemotongan TKD yang berdampak terhadap ruang fiskal daerah. Meski pemerintah harus melakukan berbagai penyesuaian anggaran, kualitas pelayanan publik tetap menjadi tanggung jawab yang harus dijaga.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyerahkan penghargaan kepada 40 PNS yang memasuki batas usia pensiun periode September 2026. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas masa pengabdian mereka di lingkungan Pemkot Cilegon.
Fajar menyampaikan terima kasih kepada para PNS yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Ia berharap pengabdian mereka tetap memberikan manfaat bagi pembangunan Kota Cilegon. (*)







Discussion about this post