34 Tahun Chandra Asri, Ekspansi Bisnis hingga Investasi Rp800 Juta Dolar di Cilegon

CILEGON, BANPOS – Memasuki usia 34 tahun, PT Chandra Asri Pacific Tbk atau Chandra Asri Group terus memperluas bisnis di luar sektor petrokimia. Transformasi tersebut dilakukan melalui tiga pilar bisnis, yakni Energi & Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, serta Solusi Mobilitas.

Salah satu ekspansi utama perusahaan berada di Cilegon, Banten, melalui pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA). Hingga Juli 2026, progres pembangunan fasilitas tersebut telah mencapai 72 persen dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

Baca Juga

Presiden Direktur Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan, perjalanan perusahaan selama lebih dari tiga dekade tidak terlepas dari upaya memenuhi kebutuhan industri nasional. Chandra Asri memulai bisnis dengan membangun kapasitas petrokimia dan menyediakan bahan baku bagi berbagai sektor industri di Indonesia.

“Selama 34 tahun, kami telah tumbuh bersama Indonesia. Kami memulai perjalanan dengan membangun kapasitas petrokimia nasional dan melayani industri melalui produk-produk yang kami hasilkan,” ujar Erwin dalam keterangan tertulis, 12 September 2026.

Seiring berkembangnya kebutuhan industri, perusahaan kemudian melakukan diversifikasi usaha dan membangun kapabilitas di sejumlah sektor. Produk Chandra Asri Group kini digunakan sebagai bahan baku industri kemasan, otomotif, konstruksi, elektronik hingga berbagai kebutuhan sehari-hari.

Di Cilegon, investasi fasilitas CA-EDC menjadi salah satu bagian dari ekspansi tersebut. Dengan nilai investasi lebih dari 800 juta dolar AS, fasilitas ini diarahkan untuk memperkuat pasokan bahan kimia dasar bagi industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Pembangunan fasilitas tersebut juga diharapkan memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Selain menciptakan lapangan kerja, proyek tersebut membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkembang di sektor industri dan manufaktur.

Di sektor Energi & Kimia, Chandra Asri Group memperluas bisnis melalui akuisisi Aster Chemicals and Energy (Aster). Perusahaan juga mengintegrasikan jaringan Esso di Singapura sebagai bagian dari pengembangan pengalaman dan kapabilitas di sektor energi serta jaringan ritel bahan bakar.

Melalui Aster, Chandra Asri Group menyediakan sejumlah produk petroleum, seperti bensin, bahan bakar jet, gas oil, dan bitumen. Produk tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri.

Ekspansi juga dilakukan melalui sektor infrastruktur. Melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI), perusahaan mengembangkan layanan penyediaan daya, air untuk industri, kepelabuhanan, penyimpanan hingga logistik.

Pengembangan infrastruktur tersebut memperluas posisi perusahaan dalam rantai nilai industri. Chandra Asri Group tidak hanya berperan sebagai penyedia bahan baku, tetapi juga mengembangkan infrastruktur yang mendukung utilitas industri, penyimpanan, serta pergerakan barang.

Di tingkat regional, perusahaan juga berupaya memperluas kesempatan bagi tenaga profesional Indonesia. Melalui PT Chandra Asri Sentral Solusi (CASS), perusahaan menyediakan layanan untuk mendukung operasional entitas Chandra Asri Group di Singapura.

CASS mengembangkan proses kerja yang lebih terintegrasi dan terstandardisasi, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan operational excellence. Keberadaan entitas tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi profesional Indonesia untuk memperoleh pengalaman kerja di lingkungan bisnis regional.

Erwin mengatakan ekspansi regional menjadi bagian dari upaya membawa kapabilitas Indonesia ke pasar yang lebih luas. Di sisi lain, pengalaman dari operasional regional diharapkan dapat kembali memperkuat bisnis dan sumber daya manusia perusahaan di Indonesia.

“Memasuki tahun ke-34, kami melihat perjalanan Chandra Asri Group bukan hanya sebagai perjalanan perusahaan, tetapi juga sebagai upaya untuk terus relevan dengan kebutuhan Indonesia,” kata Erwin.

Ke depan, perusahaan menyatakan akan melanjutkan pengembangan kapasitas melalui investasi pada fasilitas baru dan infrastruktur pendukung rantai pasok. Pengembangan tersebut juga diarahkan pada penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kapasitas talenta Indonesia agar dapat bersaing dalam bisnis regional. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post