168 Kebakaran Terjadi di Cilegon, Warga Diminta Waspada Pembakaran Lahan

CILEGON, BANPOS – Sebanyak 168 kejadian kebakaran tercatat di Kota Cilegon sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Cuaca panas dan kering serta kelalaian manusia menjadi faktor yang turut meningkatkan risiko kebakaran, terutama pada lahan yang ditumbuhi rumput dan alang-alang kering.

Selain kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Cilegon juga mencatat 188 kejadian penyelamatan selama periode yang sama. Tingginya jumlah kejadian tersebut membuat Damkar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi lingkungan kering.

Baca Juga

Kepala Damkar Kota Cilegon Agus Ubaidillah mengatakan, korsleting listrik dan kelalaian manusia atau human error masih menjadi penyebab yang paling banyak ditemukan dalam kejadian kebakaran. Kondisi lahan yang kering dapat membuat api lebih cepat menjalar ketika terjadi pembakaran tanpa pengawasan.

“Intinya tuh kebakaran tuh sebenarnya dua hal itu, paling banyak penyebabnya listrik, korslet listrik, kepedulian masyarakat yang kurang. Human error saya menyebutnya,” katanya kepada BANPOS di Lingkungan DPRD Kota Cilegon, Rabu (16/9).

Menurut Agus, pembakaran sampah maupun alang-alang di lahan menjadi salah satu aktivitas yang berisiko memicu kebakaran jika api ditinggalkan sebelum benar-benar padam. Angin dan vegetasi yang kering dapat membuat api merambat ke area lain dalam waktu singkat.

“Orang yang punya lahan itu, misalnya dia bakar apa di situ ya harusnya ditungguin lah, jangan ditinggalin,” ujarnya.

Agus mengatakan kebakaran lahan menjadi salah satu kejadian yang cukup dominan, sedangkan gangguan listrik juga menjadi penyebab kebakaran pada sejumlah gardu dan bangunan. Menurutnya, kondisi cuaca panas dapat memperbesar risiko, tetapi faktor manusia tetap perlu menjadi perhatian.

“Salah satu penyebabnya El Nino, tapi sebelum musim panas juga kan kalau enggak penyebab lain misalnya orang yang bakar,” katanya.

Dari sisi dampak, kebakaran bangunan seperti ruko dan tempat usaha umumnya menimbulkan kerugian material. Hingga Agustus 2026, Damkar Kota Cilegon belum menerima laporan korban jiwa dari kejadian kebakaran yang ditangani.

Selain kerugian material, kebakaran juga menimbulkan paparan asap bagi petugas dan masyarakat di sekitar lokasi. Agus mengatakan dampak kesehatan akibat paparan asap dalam jangka panjang sulit diketahui secara langsung.

“Tapi efek dari itu ya kita enggak tahu hari itu, pada saat kejadian itu kalau langsung ada, ya mungkin ada efek itu. Tapi yang enggak tahu efek yang udah kita isap terus dibawa ke rumah kan kita enggak tahu,” tuturnya.

Untuk menekan angka kejadian, Damkar melakukan pencegahan melalui sosialisasi serta pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat. Namun, Agus mengakui kegiatan tersebut belum sepenuhnya menjangkau masyarakat hingga tingkat rukun tetangga (RT).

“Tugas kita tuh ada tiga, penanggulangan saat kejadian dan pencegahan, sebelum pada penyelamatan. Pencegahan itu kita lakukan sosialisasi dan diklat, kita sudah melakukan beberapa tapi belum maksimal,” katanya.

Karena itu, Damkar mendorong edukasi mengenai pencegahan kebakaran diperluas hingga tingkat RT. Edukasi yang lebih dekat dengan lingkungan warga dinilai penting agar potensi kebakaran dapat dikenali dan dicegah sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih besar. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post