Permintaan Tinggi, Pemkot Cilegon Rencanakan Tambah Dua Si Enong

CILEGON, BANPOS — Tingginya permintaan layanan jemputan gawat darurat membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana menambah dua unit kendaraan Si Enong. Saat ini, layanan tersebut masih mengandalkan satu armada sehingga kapasitas pelayanan dinilai perlu ditingkatkan untuk menekan waktu tunggu masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, mengatakan tingginya pemanfaatan layanan menjadi alasan utama rencana penambahan armada. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi gawat darurat yang mudah diakses.

Baca Juga

“Penambahan, karena ternyata atensinya banyak juga,” kata Ratih kepada BANPOS di Lingkungan Kantor DPRD Kota Cilegon, Selasa (15/9).

Saat ini, satu unit Si Enong yang beroperasi memiliki kapasitas hingga 16 orang. Kapasitas itu lebih besar dibandingkan ambulans yang sebelumnya digunakan dan hanya mampu mengangkut sekitar empat orang berikut pendamping.

“Pak Wali ingin menambahkan lagi dua ya. Mudah-mudahan bisa diakomodir,” ujarnya.

Dengan kapasitas tersebut, Si Enong dinilai dapat membantu masyarakat yang membutuhkan transportasi dalam kondisi gawat darurat. Layanan itu juga berpotensi mengurangi beban biaya transportasi yang harus ditanggung masyarakat ketika membawa pasien menggunakan kendaraan pribadi.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, biaya transportasi disebut dapat mencapai sekitar Rp300 ribu untuk satu orang, belum termasuk biaya pendamping. Karena itu, layanan jemputan pemerintah menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi gawat darurat dengan biaya lebih terjangkau.

Untuk pengadaan satu unit Si Enong yang saat ini beroperasi, Ratih mengatakan anggarannya bersumber dari APBD dengan nilai sekitar Rp500 juta lebih. Namun, rencana penambahan dua armada belum dapat direalisasikan melalui APBD Perubahan tahun ini.

“Di perubahan tadinya iya, tapi ternyata belum bisa,” ujar Ratih.

Rencana penambahan dua armada tersebut diharapkan dapat diakomodasi pada tahun anggaran berikutnya. Pemkot Cilegon perlu memastikan tambahan kendaraan nantinya tidak sekadar menambah jumlah armada, tetapi benar-benar mampu memperluas jangkauan dan mempercepat pelayanan.

Di sisi lain, muncul usulan agar layanan jemputan gawat darurat juga memanfaatkan kendaraan translok milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon. Namun, hingga kini Dinkes belum membahas kemungkinan penggunaan kendaraan tersebut bersama Dishub.

“Saya belum melakukan diskusi,” katanya.

Dinkes berharap penambahan dua unit Si Enong dapat direalisasikan sehingga jangkauan pelayanan semakin luas. Dengan tambahan armada, waktu tunggu masyarakat diharapkan dapat ditekan dan warga yang membutuhkan layanan gawat darurat bisa mendapatkan penanganan transportasi lebih cepat. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post