SERANG, BANPOS — SMKN 1 Tanara semakin memperkuat pendidikan vokasi dengan mengembangkan empat jurusan unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, industri, dan peluang kewirausahaan.
Kepala SMKN 1 Tanara, Halimah, mengatakan, sebagai satu-satunya SMK negeri di Kecamatan Tanara, pihaknya memiliki komitmen untuk membekali siswa dengan keterampilan yang dapat digunakan setelah lulus.
“SMKN 1 Tanara ini adalah SMK Negeri satu-satunya di Tanara, berdiri di tanah jawara dan ulama. Orientasi kami adalah mencetak lulusan berakhlak, kompeten, dan siap kerja serta berwirausaha,” ujar Halimah kepada BANPOS, Rabu (16/9).
Menurutnya, terdapat empat jurusan yang menjadi andalan SMKN 1 Tanara, yakni Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), serta Tata Busana.
Ia menjelaskan, jurusan MPLB merupakan pengembangan dari jurusan OTKP. Melalui jurusan tersebut, siswa dipersiapkan memiliki kemampuan administrasi, komunikasi bisnis hingga pelayanan perkantoran.
“MPLB ini adalah jantungnya perusahaan. Lulusannya kami didik jadi admin profesional, sekretaris modern, public relation. Anak MPLB mampu surat-menyurat, mampu komunikasi bisnis. Di era sekarang, semua kantor butuh mereka,” katanya.
Halimah menambahkan, untuk mendukung kesiapan kerja siswa, SMKN 1 Tanara juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah dunia usaha dan dunia industri (DUDI), termasuk kantor dan instansi di wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang hingga tingkat Provinsi Banten.
Sementara itu, jurusan TKR menjadi salah satu jurusan yang banyak diminati karena dinilai memiliki peluang kerja yang luas, khususnya di sektor otomotif.
“Ini primadona kami. Banten ini gudangnya industri otomotif. Anak TKR mengerti tentang mesin mobil bensin. Lulusan TKR kami, alhamdulillah, banyak yang sudah bekerja di bengkel resmi dan dealer,” ungkapnya.
Selain otomotif, SMKN 1 Tanara juga mengembangkan DPIB sebagai jurusan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan dan industri konstruksi.
Pada jurusan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga dibekali kemampuan menggunakan perangkat lunak desain seperti AutoCAD, SketchUp dan Revit.
“Ini jurusan masa depan. Sekarang anak DPIB kami sudah pakai AutoCAD, SketchUp, dan Revit. Mereka kami didik jadi arsitek muda, drafter, dan konsultan bangunan,” jelas Halimah.
Menurutnya, kemampuan tersebut juga membuka peluang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman dan penghasilan bahkan sebelum lulus melalui pekerjaan menggambar desain rumah warga.
Adapun jurusan keempat adalah Tata Busana yang diarahkan untuk menghasilkan siswa yang mampu memiliki kemampuan di bidang desain dan kewirausahaan.
“Ini mutiara kami, dan ini kebanggaan perempuan Tanara. Tata Busana bukan hanya jahit baju, tapi fashion designer, fashion entrepreneur,” katanya.
Para siswa, lanjut Halimah, dibekali kemampuan mulai dari membuat desain, pola, menjahit hingga memasarkan produk secara daring.
Bahkan, siswa telah mampu memproduksi seragam dan sebagian di antaranya mulai merintis usaha sendiri.
“Kami ajarkan dari desain, pola, jahit, sampai jualan online. Di era baju muslimm dan seragam sekolah, peluangnya sangat besar. Siswa kami sudah bisa produksi seragam, dan alhamdulillah sudah ada yang punya usaha sendiri,” tuturnya.
Halimah menegaskan, pengembangan empat jurusan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk lulusan yang memiliki keterampilan, karakter dan kemandirian setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia berharap SMKN 1 Tanara ke depan dapat berkembang menjadi SMK Pusat Keunggulan dan semakin dipercaya masyarakat.
“Harapan saya, SMKN 1 Tanara menjadi SMK Pusat Keunggulan. Sekolah yang tidak hanya dititipi anak, tapi dititipi masa depan,” tegasnya. (*)

Discussion about this post