CILEGON, BANPOS – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menargetkan pembangunan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) logam dan plastik mulai direalisasikan pada 2027. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap persiapan, termasuk pengusulan lokasi dan skema pembangunan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Didin Supriatna Maulana mengatakan, Pemkot Cilegon telah menyiapkan konsep pembangunan dua sentra IKM, yakni sentra IKM logam dan sentra IKM berbasis kimia, khususnya plastik.
Masing-masing sentra direncanakan memiliki lahan minimal 5.000 meter persegi.
“Dasarnya itu karena Cilegon kota industri. Produknya itu logam dengan kimia, plastik. Hulunya di sana, hilirnya nanti IKM membuat produk-produk dari bahan bakunya yang logam dan plastik,” kata Didin.
Menurut Didin, pembangunan sentra IKM tersebut belum masuk tahap pembangunan fisik. Disperindag masih berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon untuk menentukan lokasi yang sesuai dengan tata ruang daerah.
Salah satu lokasi yang dinilai ideal berada di wilayah Citangkil karena berdekatan dengan kawasan industri.
“Kalau memungkinkan memang idealnya di daerah Citangkil, di daerah industri. Kita harapkan kalau memungkinkan di Citangkil, biar dekat sama industri,” katanya.
Didin mengatakan, Pemkot Cilegon akan menyiapkan lahan untuk pembangunan sentra IKM. Sementara itu, pembangunan sarana dan prasarananya diupayakan melalui dukungan pemerintah pusat.
“Lahannya dari kita, untuk bangunannya kita lagi push ke pusat. Informasinya di pusat juga ada dana DAK untuk bangun ini. Jadi bangunannya dari pusat, tanahnya punya kita,” tuturnya.
Dengan skema tersebut, Pemkot Cilegon menargetkan pembangunan sentra IKM mulai direalisasikan pada 2027. Namun, realisasi pembangunan masih bergantung pada kesiapan lahan, penetapan lokasi, serta dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Sentra IKM logam nantinya diarahkan untuk mengolah bahan baku dari industri besar di Cilegon menjadi produk bernilai ekonomi. Produk yang dapat dikembangkan antara lain filling cabinet, boks panel listrik, drum, kaki obat nyamuk, hingga peralatan pertanian.
“Kenapa enggak di Cilegon saja diolahnya? Bahannya semuanya di sini. Di Tegal misalnya knalpot, sudah kerja sama dengan Astra. Kita belajar ke sana nanti. Kenapa enggak di Cilegon, wong bahannya semuanya di sini,” ujarnya.
Menurut Didin, sentra IKM juga akan menjadi tempat berkumpulnya pelaku usaha yang selama ini masih tersebar di sejumlah wilayah Cilegon. Pemusatan tersebut diharapkan mempermudah pembinaan, memperpendek rantai pasok bahan baku, dan memperkuat pemasaran produk.
Kawasan tersebut nantinya dapat dilengkapi hanggar, kantor, ruang pemasaran, showroom, serta fasilitas pendukung kegiatan IKM.
Didin berharap keberadaan sentra IKM dapat mendorong pertumbuhan usaha sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Untuk nantinya kalau IKM itu tenaga kerja, bisa mengurangi pengangguran. Dibandingkan industri yang gede kan pakai teknologi, kalau ini kan enggak. Misalnya untuk bikin drum saja, satu drum itu butuh empat tenaga kerja,” pungkasnya. (*)







Discussion about this post