CILEGON, BANPOS – Kegiatan belajar mengajar di sekolah Kota Cilegon kembali digelar secara tatap muka mulai Rabu (9/9). Kebijakan tersebut diambil setelah kondisi cuaca dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) dinilai membaik.
Meski pembelajaran tatap muka (PTM) kembali dibuka, Pemerintah Kota Cilegon tetap menerapkan sejumlah pembatasan untuk melindungi siswa dari paparan abu vulkanik.
Siswa diwajibkan menggunakan masker selama berada di sekolah. Mereka juga diminta memperbanyak aktivitas di dalam ruangan dan tidak melakukan kegiatan di luar kelas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Kota Cilegon Heny Anita Susila mengatakan, keputusan membuka kembali PTM diambil setelah kondisi cuaca membaik dalam dua hari terakhir.
“Sudah dibuka kembali karena kondisi cuaca sudah membaik. Kemarin dan hari ini kondisinya sudah membaik. Besok, atas instruksi Pak Sekda, sudah boleh tatap muka kembali,” kata Heny di lingkungan DPRD Kota Cilegon, Selasa (8/9).
Heny mengatakan, sekolah tetap diminta membatasi aktivitas luar ruangan selama abu vulkanik masih menjadi perhatian. Setelah kegiatan belajar selesai, siswa juga diminta langsung pulang ke rumah.
“Dengan syarat anak-anak pakai masker, lebih banyak di dalam ruangan, tidak ada aktivitas di luar ruangan. Setelah pulang sekolah, langsung ke rumah,” ujarnya.
Untuk memastikan seluruh siswa menggunakan masker, Dindik akan meminta sekolah menyiapkan masker bagi siswa yang tidak membawanya dari rumah.
“Untuk masker, belum sampai pada tahap mewajibkan bekal dari anak-anak. Kita upayakan instruksikan kepada kepala sekolah supaya bisa membagikan masker bagi anak yang tidak memiliki. Besok akan kita bagikan,” tutur Heny.
Seiring kembali dibukanya PTM, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga kembali berjalan normal. Meski demikian, seluruh kegiatan sekolah tetap diminta menyesuaikan kondisi lingkungan dan mengutamakan keselamatan siswa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Ahmad Aziz mengatakan, perubahan arah sebaran abu vulkanik menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam kembali membuka aktivitas sekolah.
“Abu sudah mengarah ke barat laut jadi dihentikan, MBG juga normal lagi,” kata Aziz.
Menurutnya, meski sebaran abu secara kasatmata mulai berkurang, penggunaan masker tetap diperlukan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kembali berubah.
“Ya kalau penggunaan masker masih tetap. Walaupun asap sudah berkurang secara fisik, untuk antisipasi tetap menggunakan masker,” ujarnya. (*)







Discussion about this post