CILEGON, BANPOS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon memastikan titik dan jalur evakuasi tsunami di sejumlah wilayah rawan bencana telah disiapkan.
Kesiapan jalur tersebut tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat, tetapi juga diuji secara rutin melalui simulasi bersama perusahaan dan warga.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Cilegon Faturohman mengatakan, titik evakuasi tsunami telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Cilegon Nomor 1 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang.
Titik tersebut mencakup lokasi evakuasi sementara hingga titik evakuasi akhir yang tersebar di sejumlah kawasan rawan bencana.
“Kalau titik evakuasi tsunami itu sebagaimana di Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang tata ruang. Kalau tidak salah, di Pasal 16 ayat 8, 9, 10, dan 11 itu ada titik-titik evakuasi, baik evakuasi sementara maupun akhir,” kata Faturohman, Selasa (8/9).
Menurutnya, jalur evakuasi tersebut berada di antaranya di kawasan Merak, Pulomerak, Ciwandan, hingga Gerem. Sejumlah jalur mengarah ke fasilitas pendidikan dan lokasi yang telah ditetapkan sebagai tempat aman.
“Kalau di Merak ada di SDN Pulorida, Kampung Tempusu. Kemudian di Ciwandan menuju akses perbatasan SDN 3 Gerem. Kalau di Merak itu di Langon,” ujarnya.
BPBD, lanjut Faturohman, terus menyosialisasikan keberadaan titik dan jalur evakuasi kepada masyarakat. Jalur tersebut juga telah dilengkapi rambu untuk memudahkan warga menuju lokasi aman saat terjadi keadaan darurat.
“Titik-titik evakuasi sebetulnya sudah disampaikan ke masyarakat setiap ada pertemuan. Bahkan tahun 2023, kalau tidak salah, sudah dibuat jalur-jalurnya dengan ditandai rambu-rambu evakuasi,” tuturnya.
Kesiapan jalur juga diuji melalui simulasi secara berkala. Kegiatan tersebut melibatkan perusahaan di kawasan industri serta masyarakat untuk memastikan jalur dapat digunakan ketika terjadi bencana.
“Di Zona 1 Ciwandan sering melakukan simulasi dengan Chandra Asri, kemudian Sahimass dan teman-temannya. Rutin setiap tahun melakukan simulasi uji jalur,” katanya.
Simulasi serupa dilakukan di kawasan Merak dengan melibatkan sejumlah perusahaan. Peserta menyusuri jalur evakuasi hingga mencapai titik aman yang telah ditentukan.
“Mulai dari perusahaan-perusahaan di Merak, ada Lotte, Tofe, MCCI, itu disusuri jalur simulasi sampai titik aman. Di Gerem kita ke SD Sumur Wuluh,” ujar Faturohman.
Antisipasi Abu Vulkanik
Selain kesiapan menghadapi potensi tsunami, BPBD Cilegon saat ini juga melakukan penanganan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
Faturohman mengatakan, partikel abu vulkanik mulai terlihat di hampir seluruh wilayah Kota Cilegon. Namun, ketebalan abu di setiap wilayah berbeda.
“Sebetulnya kalau di Cilegon hampir merata semua kecamatan. Partikel abu vulkanik mulai terlihat di Kota Cilegon. Semua Cilegon itu sama, tinggal ketebalan debunya,” tandasnya.
Untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik, BPBD bersama pihak terkait mendistribusikan masker dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
Warga juga diminta menggunakan masker dan pelindung kepala ketika beraktivitas di luar rumah.
Faturohman mengimbau masyarakat tidak menyapu abu vulkanik dalam kondisi kering. Cara tersebut dinilai dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan terhirup.
Abu yang menempel di teras atau lingkungan rumah sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan.
“Kalau ada abu di teras rumah, sebaiknya disiram dengan air, jangan disapu kering. Nanti debunya berterbangan karena mengandung silika, bahan pembuat kaca,” tutupnya. (*)







Discussion about this post