CILEGON, BANPOS – Menindaklanjuti Laporan Khusus Badan Geologi Kementerian ESDM RI terkait fenomena erupsi menerus Gunungapi Anak Krakatau (GAK), Kepolisian Resor (Polres) Cilegon menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Mitigasi Tanggap Bencana.
Apel dijadwalkan berlangsung Selasa (8/9/2026) di Jalan Jenderal Sudirman, depan Mapolres Cilegon.
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, unsur TNI, instansi pemerintah daerah, serta jajaran kepolisian.
Apel digelar untuk mengonsolidasikan personel sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana dalam menghadapi potensi dampak erupsi GAK.
Humas Polres Cilegon, AKP H. Imam Maryono Syopian, mengatakan persiapan personel, kendaraan, dan peralatan pendukung penanggulangan bencana telah disiapkan untuk mendukung kelancaran apel.
“Pasukan peserta apel dijadwalkan berkumpul pada pukul 07.30 WIB, sedangkan tamu undangan hadir pukul 08.00 WIB. Selain itu, seluruh kendaraan dinas dan sarana SAR sudah harus tersusun rapi di depan Mapolres Cilegon sejak pukul 07.00 WIB,” kata Imam.
Menurutnya, apel menjadi momentum untuk memastikan seluruh unsur terkait berada dalam kondisi siap siaga merespons potensi dampak erupsi.
“Kegiatan ini penting untuk mengonsolidasikan personel serta kesiapan sarana prasarana dari seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Damkar, hingga relawan,” ujarnya.
Personel Diminta Waspadai Abu Vulkanik
Selain kesiapan personel dan peralatan, Polres Cilegon mengingatkan peserta apel mengenai potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan, mata, hingga kulit.
Imam menegaskan pentingnya penerapan Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor KL.01.02/A/17765/2026 selama kegiatan.
“Kami mengimbau seluruh peserta apel untuk selalu menggunakan masker respirator partikulat seperti N95, KN95, atau masker medis yang menutup hidung, mulut, dan dagu secara sempurna guna menahan paparan abu vulkanik,” tuturnya.
Personel juga diminta mengenakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, serta alas kaki tertutup untuk melindungi kulit dari kontak langsung dengan abu vulkanik.
“Kami juga meminta personel tetap menjaga kebersihan diri, tidak mengucek mata jika terpapar abu, serta membilasnya menggunakan air bersih mengalir,” katanya.
Menurut Imam, penerapan protokol kesehatan dan penggunaan masker penting tidak hanya untuk melindungi personel saat bertugas, tetapi juga menjadi contoh bagi masyarakat dalam menghadapi potensi sebaran abu vulkanik.
“Penerapan protokol kesehatan dan penggunaan masker bagi peserta apel sangat penting, bukan hanya sebagai bentuk perlindungan diri saat bertugas di lapangan, melainkan juga sebagai contoh bagi masyarakat luas dalam menghadapi ancaman sebaran abu vulkanik,” pungkasnya. (*)







Discussion about this post