CILEGON, BANPOS – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon membuka peluang menerapkan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam pemilihan kepengurusan di tingkat cabang.
Mekanisme tersebut dinilai dapat menghasilkan pemimpin yang lebih baik sekaligus mengurangi potensi tarik-menarik kepentingan dalam proses regenerasi kepemimpinan NU.
Ketua PCNU Kota Cilegon Erick Rebiin mengatakan, penerapan AHWA dalam pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi salah satu bahan yang dapat dipelajari untuk diterapkan di tingkat daerah.
Menurut Erick, mekanisme AHWA berbeda dengan pola pemilihan yang lebih menitikberatkan pada perolehan suara.
Dalam mekanisme tersebut, peserta terlebih dahulu mengusulkan maksimal lima nama calon ketua umum. Nama-nama tersebut kemudian diserahkan kepada para kiai yang tergabung dalam AHWA.
“Ketika ada perubahan tata cara pemilihan ketua, yang tadinya pemilihan tertutup, sekarang caranya mengusulkan maksimal lima nama calon ketua umum lalu diserahkan ke AHWA,” ujar Erick saat dikonfirmasi, Senin (1/9).
Erick menilai mekanisme tersebut dapat mengurangi persaingan yang terlalu tajam antarkandidat maupun kelompok pendukung.
Sebab, proses penentuan pemimpin tidak hanya didasarkan pada jumlah suara, tetapi juga mempertimbangkan kapasitas keilmuan dan ketokohan calon.
Selain itu, calon yang tidak terpilih tetap memiliki ruang untuk terlibat dalam kepengurusan.
“Bisa menghilangkan rasa saling merasa sakit hati di antara calon dan pendukungnya. Setiap yang namanya masuk, yang terpilih akan tetap wajib jadi pengurus,” katanya.
Untuk penerapan AHWA di tingkat PCNU Kota Cilegon, Erick mengatakan terdapat mekanisme tersendiri dalam menentukan anggota AHWA.
Para anggota AHWA nantinya dipilih oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).
“Betul sekali sehingga akan mendapatkan pemimpin yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Erick, pengalaman pelaksanaan AHWA dalam Muktamar NU menjadi bahan evaluasi bagi PCNU Kota Cilegon dalam menata mekanisme regenerasi kepengurusan di tingkat cabang.
Ia menilai penerapan AHWA dapat menjaga proses regenerasi kepemimpinan NU dengan mengedepankan kapasitas dan ketokohan calon, sekaligus meminimalkan potensi konflik akibat persaingan dalam pemilihan.
Selain membahas mekanisme kepemimpinan, Muktamar NU juga menghasilkan sejumlah rekomendasi dari komisi-komisi, termasuk terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
PCNU Kota Cilegon menyatakan mendukung rekomendasi tersebut dan menyambut positif hasil pembahasan komisi mengenai pelaksanaan program MBG. (CR03)







Discussion about this post