Cilegon Dapat Dukungan Rp4 Miliar untuk Perbaikan 200 Rumah Tidak Layak Huni

CILEGON, BANPOS – Pemerintah Kota Cilegon mendapat dukungan pemerintah pusat untuk memperbaiki 200 rumah tidak layak huni (RTLH).

Setiap rumah mendapat dukungan senilai Rp20 juta. Dengan demikian, total dukungan untuk perbaikan 200 rumah tersebut mencapai sekitar Rp4 miliar.

Baca Juga

Walikota Cilegon Robinsar mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap upaya Pemkot Cilegon meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Menurut Robinsar, penanganan RTLH tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut persoalan kemanusiaan.

Ia mengaku masih menemukan warga yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.

“Kalau berbicara rumah tidak layak, bukan hanya berbicara program atau perbaikan rumah, tapi berbicara kemanusiaan. Saya saksi sendiri bagaimana warga Cilegon tinggal di rumah tidak layak, gentengnya bolong, bahkan ada nenek-nenek yang tinggal dalam kondisi seperti itu,” ujar Robinsar di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Senin (31/8).

Pemkot Cilegon Optimalkan Penanganan RTLH

Kondisi tersebut, kata Robinsar, mendorong Pemkot Cilegon mengoptimalkan penanganan RTLH melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

“Saya langsung gas, saya panggil Perkim, kita optimalkan rumah tidak layak huni. Pokoknya kita bereskan,” katanya.

Robinsar menilai perhatian Pemkot Cilegon terhadap persoalan RTLH turut menjadi salah satu faktor pemerintah pusat memberikan dukungan perbaikan 200 rumah.

“Alhamdulillah, tidak hanya penghargaan, tapi ada apresiasi berupa dua ratus rumah dikali dua puluh juta, kurang lebih totalnya empat miliar,” ungkapnya.

Perbaikan Ditargetkan Segera

Robinsar memastikan perbaikan RTLH akan segera dilakukan.

Menurutnya, anggaran penanganan RTLH tahun ini telah disiapkan. Pemkot Cilegon juga membuka peluang menambah jumlah rumah yang diperbaiki apabila anggaran masih memungkinkan.

“Pasti dibereskan segera. Kalau tahun ini sudah teranggarkan semua, kalau bisa tahun ini kita tambahkan lagi. Kalau tahun depan kita proyeksikan,” jelasnya.

Penanganan RTLH Libatkan Banyak Sumber

Selain dukungan pemerintah pusat, Pemkot Cilegon mengalokasikan anggaran dari berbagai sumber untuk menangani RTLH.

Dari anggaran murni bidang Perkim, alokasi tahun ini mencapai sekitar Rp160 miliar.

Dukungan juga dihimpun melalui anggaran kewilayahan di tingkat kelurahan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), corporate social responsibility (CSR), serta kontribusi organisasi perangkat daerah (OPD).

“Pemkot dari dana murni di bidang Perkim kurang lebih di angka Rp160 miliar. Kemudian dari kewilayahan di setiap kelurahan diwajibkan Rp500 juta sampai Rp700 juta, Baznas Rp150 juta per hari ini, CSR sudah banyak, dari OPD Rp300 juta sudah mulai berjalan,” tutupnya. (CR03)

Berita Terkait

Discussion about this post