CILEGON, BANPOS – Pembangunan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Cilegon terus dikebut. Dari 36 gerai yang dibangun, sebanyak 14 gerai telah rampung, sedangkan 22 gerai lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop dan UKM) Kota Cilegon, Suhendi, mengatakan data tersebut berdasarkan laporan akhir dari Kodim.
Pemkot Cilegon, kata dia, terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pembangunan seluruh gerai berjalan sesuai rencana.
“Dinkop itu dapat info dari kelurahan. Kita konfirmasi ke bagian aset, bisa dibangun. Jadi semua bangunan itu prosesnya didampingi TNI,” ujar Suhendi, Rabu (26/8/2026).
Selain progres pembangunan, penentuan lokasi gerai juga dilakukan melalui koordinasi lintas instansi. Sejumlah gerai dibangun di atas lahan milik pemerintah daerah dan badan usaha milik negara (BUMN).
Suhendi menjelaskan, usulan lokasi umumnya berasal dari pemerintah kelurahan. Selanjutnya, lokasi tersebut dikoordinasikan dengan bagian aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk memastikan status lahannya.
“Biasanya titik itu di aset lingkungan pemerintah dan yang lebih tahu itu lurah. Kemudian dikoordinasikan ke bagian aset BPKAD. Kedua, lahan milik BUMN,” katanya.
Sejumlah lahan milik BUMN yang digunakan berada di kawasan PT Krakatau Steel, di antaranya di Kotabumi, Krenceng, dan Kubangsari.
Menurut Suhendi, lokasi gerai dipilih dengan mempertimbangkan kemudahan akses masyarakat. Karena itu, pembangunan tidak dilakukan di lokasi yang jauh dari permukiman.
“Titik-titik itu di Cilegon alhamdulillah tidak ada di tengah gunung atau tengah sawah. Rata-rata masih ada di tengah lingkungan masyarakat,” tuturnya.
Pemkot Cilegon memastikan pembangunan 22 gerai yang masih berlangsung terus dipantau. Penyelesaian pembangunan diharapkan dapat segera mendukung aktivitas koperasi sekaligus memberikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat di tingkat kelurahan. (CR03)







Discussion about this post