CILEGON, BANPOS – Warga terdampak kekeringan di Lingkungan Gunung Batur 1 dan Gunung Batur 2, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, kembali menerima bantuan air bersih.
Kali ini, bantuan disalurkan Serikat Karyawan Latinusa (Skala) melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon.
Sebanyak dua tangki air dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan tersebut menjadi bagian dari penanganan kekeringan yang masih terjadi di kawasan tersebut.
Perwakilan Skala, Rahmatullah, mengatakan pihaknya mendapat informasi mengenai kondisi warga Gunung Batur dari Baznas Kota Cilegon.
Informasi tersebut kemudian mendorong Serikat Karyawan ikut membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Terima kasih kepada Baznas Kota Cilegon yang selalu memberikan informasi mengenai kondisi masyarakat. Kami bersyukur diberikan kesempatan untuk berbagi kepada saudara-saudara kami yang saat ini kekeringan dan kekurangan air bersih,” ujar Rahmatullah.
Ia mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian Serikat Karyawan sebagai bagian dari masyarakat Kota Cilegon.
“Kami sebagai masyarakat Kota Cilegon juga mewakili rekan-rekan anggota serikat karyawan bisa memberikan air bersih,” katanya.
Menurut Rahmatullah, kegiatan sosial tersebut juga menjadi komitmen Serikat Karyawan untuk membantu masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
“Kaitan bantuan ini memang sudah menjadi komitmen kami. Selagi bisa dan mampu, mudah-mudahan berkah kepada kami,” ujarnya.
Baznas Rutin Kirim Bantuan
Wakil Ketua II Baznas Kota Cilegon, Habibi, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan melalui kolaborasi dengan Serikat Karyawan untuk memenuhi kebutuhan warga di Gunung Batur 1 dan 2.
“Kami berkolaborasi dua tangki bantuan air ke Gunung Batur I dan II. Bantuan sangat bermanfaat. Kalau Baznas, dari dua bulan lalu hampir terus mengirimkan air tiap minggu,” katanya.
Menurutnya, bantuan air bersih masih dibutuhkan karena masyarakat di kawasan tersebut mengalami keterbatasan sumber air.
Lurah Mekarsari, Fatoni, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu warga. Sebab, kebutuhan air masyarakat tidak hanya untuk mandi dan mencuci, tetapi juga memasak.
“Pengiriman hari ini dari pagi sebanyak 8.000 liter di Gunung Batur. Saat ini dari serikat dua tangki, satu tangkinya lima ribu liter,” ujar Fatoni.
Selain air bersih, warga juga menerima bantuan air mineral dari komunitas. Sebelumnya, Dinas Sosial juga telah memberikan paket kebutuhan pokok dan sembako.
“Masyarakat yang ada di atas selain kebutuhan air untuk nyuci dan masak, ada komunitas mengirim air mineral ke masyarakat. Selain daripada air juga ada yang lain bisa membantu. Kemarin Dinsos juga memberikan paket dan sembako-sembako,” katanya.
Dorong Pipanisasi dan Tandon
Fatoni berharap distribusi air bersih terus dilakukan selama warga masih mengalami kekurangan air. Namun, menurutnya, bantuan melalui tangki hanya menjadi solusi sementara.
Untuk jangka panjang, pemerintah perlu membangun infrastruktur penyediaan air, seperti jaringan perpipaan dan tandon.
“Harapan kami jangka panjang, mulai dari pipanisasi dan tandon juga mulai dibuat. Saat ini pelaksanaan mulai dari Ciporong, akhir 2026 insyaallah bisa selesai dan 2027 itu harapan kami,” tuturnya.
Ia juga berharap perusahaan industri di sekitar Kota Cilegon ikut membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menurut Fatoni, kepedulian dari sektor industri terhadap persoalan kekurangan air bersih di kawasan tersebut masih perlu ditingkatkan.
“Harapan kami untuk industri, mudah-mudahan akan ada kepedulian. Di depan mata, industri belum ada tanda-tanda memberikan bantuan dan belum kelihatan kepeduliannya,” katanya. (CR03)







Discussion about this post