PANDEGLANG, BANPOS – Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 di Kampung Cisampih, Desa Pakuluruan, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, dikeluhkan warga.
Fasilitas yang dibangun untuk menyediakan akses air bersih tersebut disebut belum berfungsi dan tidak mengalirkan air ke rumah warga.
Kondisi itu membuat warga terpaksa memanfaatkan air selokan di sekitar area persawahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air tersebut dalam kondisi keruh dan hanya digunakan untuk mencuci.
Warga Kampung Cisampih, Iyan, mengatakan kesulitan mendapatkan air bersih telah berlangsung lebih dari tiga bulan sejak musim kemarau.
“Sudah tiga bulan lebih menampung air selokan, meskipun keruh terpaksa kita gunakan. Kondisi airnya keruh, tidak layak konsumsi, makanya hanya kita gunakan untuk mencuci saja. Dulu pernah digunakan untuk mandi, tapi setelahnya badan pada gatal,” kata Iyan kepada BANPOS beberapa waktu lalu.
Menurut Iyan, kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi apabila fasilitas SPAM yang dibangun pemerintah dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Terlebih, fasilitas tersebut baru dibangun pada 2025 dan warga telah menerima pemasangan meteran air.
“Padahal bangunannya baru dibangun tahun 2025, tapi sudah tidak berfungsi. Saya dan warga lainnya cuma dapat meteran airnya saja. Sejak dipasang ke rumah sampai sekarang belum pernah dapat air bersih,” ujarnya.
Iyan berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas SPAM tersebut agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ia mengatakan persoalan kekurangan air bersih hampir selalu dialami warga setiap musim kemarau.
“Setiap tahun kita mengalami kekurangan air bersih. Seharusnya ketika ada bangunan itu dapat membantu mendapatkan air bersih. Infonya anggarannya ratusan juta, tapi kalau kenyataannya seperti ini kan jadi mubazir,” katanya.
Ia menilai pembangunan fasilitas pelayanan dasar harus dipastikan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama warga yang menjadi sasaran program.
DPUPR Sebut 13 Paket SPAM
Terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kabupaten Pandeglang, Lela, mengatakan program SPAM yang bersumber dari DAK 2025 tersebar di 13 desa.
“Ada 13 paket yang didanai oleh DAK, tersebar di 13 desa,” kata Lela.
Menurutnya, program tersebut ditujukan untuk menyediakan akses air bersih bagi masyarakat melalui sambungan rumah.
“Tujuannya adalah akses air bersih untuk sambungan rumah,” ujarnya.
Lela mengatakan seluruh pekerjaan SPAM tersebut dilaksanakan secara kontraktual dan telah selesai serta diserahterimakan.
“Iya kontraktual, sudah selesai. Alhamdulillah semua program yang kita laksanakan melalui kontraktual, semua termanfaatkan oleh masyarakat karena dasar usulan air bersih dari masyarakat,” jelasnya.
Namun, saat dimintai tanggapan mengenai fasilitas SPAM di Kampung Cisampih yang disebut warga tidak berfungsi dan belum mengalirkan air bersih sejak selesai dibangun, Lela belum memberikan penjelasan hingga berita ini ditulis.







Discussion about this post