Dari Sosialisasi hingga Kerja Bakti, KKN STTIKOM Insan Unggul Tangani Persoalan Sampah Cikebel Bawah

CILEGON, BANPOS – Persoalan sampah di Lingkungan Cikebel Bawah, Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, mulai mendapat perhatian melalui kolaborasi mahasiswa, pemerintah dan masyarakat.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 02 STTIKOM Insan Unggul menggelar sosialisasi pengelolaan sampah yang dilanjutkan dengan kerja bakti, Kamis (20/8).

Baca Juga

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut melibatkan masyarakat setempat serta sejumlah pemangku kepentingan.

Program ini merupakan inisiatif KKN Kelompok 02 STTIKOM Insan Unggul yang berkolaborasi dengan Journalists Action for Green Awareness (JAGA).

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, DPRD Kota Cilegon, Pemerintah Kelurahan Grogol, UPT 3 Grogol, Yayasan Jumat Barokah dan masyarakat.

Ketua KKN Kelompok 02 STTIKOM Insan Unggul, Vio Okta Ramadhan, mengatakan program tersebut berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sampah sekaligus kebutuhan fasilitas pengelolaan lingkungan di Cikebel Bawah.

“Saya selaku Ketua KKN Kelompok 02 STTIKOM IU dan mewakili teman-teman mahasiswa mengucapkan terima kasih kepada DLH Kota Cilegon yang telah menyambut dan menerima program yang kami buat untuk mendukung fasilitas di Lingkungan Cikebel Bawah,” ujar Vio.

Menurut Vio, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan bersih-bersih dalam waktu singkat.

Terlebih, masih ditemukan sampah yang bertebaran di sepanjang aliran sungai di wilayah tersebut.

“Pada dasarnya, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu atau dua hari kegiatan. Apalagi, masih terdapat sampah yang bertebaran di sepanjang aliran sungai yang cukup panjang,” katanya.

Karena itu, ia menilai diperlukan penanganan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak terkait.

DLH Turunkan Tim dan Armada

Dukungan langsung diberikan DLH Kota Cilegon dengan menerjunkan Tim AMPIBI beserta armada untuk membantu kerja bakti dan pengangkutan sampah.

Kepala DLH Kota Cilegon Sabri Mahyudin tidak dapat hadir karena menjalankan agenda kedinasan di Pandeglang. Kehadiran DLH kemudian diwakili jajarannya.

Perwakilan DLH Kota Cilegon, Nana, mengatakan pihaknya menerima program yang diusulkan mahasiswa KKN STTIKOM Insan Unggul.

“Saya mewakili Pak Kadis DLH, beliau tidak bisa hadir karena sedang ada acara di Pandeglang. Kami pihak DLH Kota Cilegon sangat menerima program yang teman-teman KKN STTIKOM Insan Unggul usulkan,” ujarnya.

Kelurahan Dorong Tindak Lanjut

Lurah Grogol, Firman Yudha Nugroho, turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, mahasiswa KKN berhasil menjawab masukan dan tantangan dari pihak kelurahan dengan menghadirkan keterlibatan langsung DLH Kota Cilegon.

“Saya sangat memberikan apresiasi kepada teman-teman yang berhasil membuktikan masukan atau tantangan dari kelurahan untuk membawa DLH Kota Cilegon langsung,” kata Firman.

Selain kerja bakti, mahasiswa juga mendorong penyediaan fasilitas penampungan sampah di wilayah Cikebel Bawah.

Usulan tersebut telah disampaikan kepada pihak terkait. Namun, fasilitas bak sampah belum tersedia saat kegiatan berlangsung dan masih akan ditindaklanjuti.

Sementara itu, UPT 3 Grogol meminta agar program dilanjutkan dengan pendataan warga serta penentuan titik pengambilan sampah secara rutin.

“Kami dari UPT 3 menerima untuk perihal tindak lanjut program ini terus berjalan. Kami meminta untuk merekap data dari warga dan titik pengambilan sampah rutin untuk Kelurahan Grogol, RW dan RT Lingkungan Cikebel Bawah,” ujar Tanti, perwakilan UPT 3 Grogol.

Warga Siapkan Lahan

Tokoh masyarakat Cikebel Bawah, H. Samsuri, mengatakan persoalan sampah dan keterbatasan lahan menjadi salah satu persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.

Ia bahkan menyatakan kesediaannya memberikan akses terhadap lahan miliknya untuk dimanfaatkan dalam mendukung pengelolaan sampah.

“Saya selaku tokoh masyarakat Lingkungan Cikebel Bawah menginformasikan bahwa memang permasalahan di Cikebel Bawah itu adalah sampah dan lahan. Oleh karena itu saya mengizinkan, silakan pakai dan kelola tanah yang punya saya di situ, harus diatur dengan baik,” ujarnya.

JAGA: Jangan Berhenti di Kerja Bakti

Presiden JAGA, Hery Giriatma Singadipa Jayanegara, menilai kegiatan KKN Kelompok 02 STTIKOM Insan Unggul menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan pemangku kepentingan.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berupaya mencari solusi atas persoalan yang disampaikan masyarakat.

“Yang kami lihat dari teman-teman KKN 02 bukan sekadar datang, menjalankan program, lalu selesai. Mereka mencoba mendengar persoalan masyarakat, menyusun gagasan, kemudian membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar persoalan sampah ini bisa mendapatkan tindak lanjut,” kata Hery.

Ia menegaskan, kerja bakti baru merupakan langkah awal.

Hal yang lebih penting, kata Hery, adalah memastikan sistem pengelolaan sampah tetap berjalan setelah kegiatan KKN selesai.

“Kerja bakti ini adalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana setelah kegiatan selesai, pengelolaan sampahnya tetap berjalan,” ujarnya.

Karena itu, pendataan warga, penentuan titik pengambilan sampah, penyediaan fasilitas penampungan dan pengangkutan rutin dinilai perlu terus didorong.

Walikota Apresiasi Kegiatan

Walikota Cilegon Robinsar juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

Robinsar berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan. Ia kemudian mendisposisikan kehadiran Pemerintah Kota Cilegon kepada Kepala DLH Kota Cilegon.

Namun, karena Kepala DLH juga berhalangan hadir, kehadiran tersebut akhirnya diwakili jajaran DLH Kota Cilegon.

Rangkaian kegiatan sosialisasi dan kerja bakti tersebut diharapkan menjadi awal bagi terbentuknya sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata di Lingkungan Cikebel Bawah.

Penanganan selanjutnya diharapkan tidak hanya mengandalkan kegiatan bersih-bersih, tetapi juga ditopang pendataan warga, fasilitas penampungan, jadwal pengambilan serta pengangkutan sampah secara rutin. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post