CILEGON, BANPOS – Tradisi Panjang Mulud di MTsN 2 Kota Cilegon tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Melalui Gebyar Kreasi Siswa, tradisi khas masyarakat Banten tersebut dikemas sebagai sarana pendidikan karakter sekaligus mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon, keluarga besar MTsN 2 Kota Cilegon, serta Pengurus PGM Indonesia Banten.
Kepala Kantor Kemenag Kota Cilegon, Amin Hidayat mengatakan, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kemeriahan acara.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membentuk karakter peserta didik.
“Maulid jangan berhenti pada seremonial, tetapi harus memberikan dampak terhadap pembentukan karakter peserta didik,” ujarnya.
Amin mengatakan, Rasulullah SAW merupakan teladan dalam membangun kehidupan yang berakhlak, berilmu, adil, toleran dan penuh kasih sayang.
Nilai tersebut, kata dia, perlu diterjemahkan dalam proses pendidikan di madrasah. Di antaranya melalui penanaman kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kesantunan, kepedulian sosial dan kecintaan terhadap ilmu.
Siswa Terlibat Langsung
Kepala MTsN 2 Kota Cilegon, Futihat mengatakan, Panjang Mulud menjadi sarana bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung.
Keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan dan kreasi tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga melatih kerja sama dan tanggung jawab.
“Panjang Mulud tidak semata-mata tradisi tahunan. Anak-anak kita libatkan agar mereka memahami nilai yang ada di dalamnya sekaligus memiliki ruang untuk berkreasi,” katanya.
Menurut Futihat, pelibatan siswa juga menjadi cara untuk mengenalkan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi dan budaya digital.
Dengan begitu, siswa tidak hanya menjadi penerima warisan budaya, tetapi turut berperan dalam menjaga dan mengembangkan tradisi melalui kreativitas mereka.
Perkuat Karakter Siswa
Ketua PGM Indonesia Banten, Masyhudi menilai madrasah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan moral.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan melalui empat sifat utama, yakni shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah.
“Nilai-nilai keteladanan Rasulullah harus menjadi bagian dari pendidikan. Shiddiq menjadi fondasi integritas, amanah membentuk tanggung jawab, tabligh mendorong keberanian menyampaikan kebenaran, dan fathanah menumbuhkan kecerdasan,” ujarnya.
Masyhudi mengatakan, perpaduan tradisi, pendidikan agama dan kreativitas siswa penting untuk menjaga identitas budaya madrasah di tengah perkembangan zaman.
Tradisi Panjang Mulud sendiri memiliki kedekatan historis dan kultural dengan masyarakat Banten, termasuk Cilegon.
Selain menjadi bentuk kegembiraan dalam memperingati Maulid Nabi, tradisi tersebut mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, berbagi dan silaturahmi.
Melalui Gebyar Kreasi Siswa, nilai-nilai tersebut dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.
Pelestarian budaya pun dilakukan dengan melibatkan siswa secara langsung melalui kreativitas dan ekspresi mereka.
Dengan konsep tersebut, peringatan Maulid Nabi di MTsN 2 Kota Cilegon tidak hanya menghadirkan kemeriahan Panjang Mulud, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengenal budaya, membangun karakter dan memahami keteladanan Rasulullah SAW. (CR03)







Discussion about this post