CILEGON, BANPOS – Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk pertama kalinya menjadi pengalaman istimewa bagi Nafiza Farhani.
Siswi kelas X SMKN 2 Kota Cilegon itu tak hanya terpilih sebagai Paskibraka. Ia juga mendapat kepercayaan membawa baki Merah Putih dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Cilegon di Alun-Alun Kota Cilegon, Senin (17/8).
Tugas tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Nafiza yang sebelumnya belum pernah mengikuti kegiatan Paskibraka.
Untuk menjalankan amanah tersebut, Nafiza mengikuti pelatihan selama lebih dari satu bulan. Setiap hari, ia berlatih sejak pagi hingga sore untuk menguasai gerakan, kedisiplinan, etika, dan berbagai aturan dalam Paskibraka.
“Tidak menyangka mendapat tugas sebagai pembawa baki. Perasaan saya senang sekali dan bangga dengan diri saya sendiri,” kata Nafiza seusai menjalankan tugasnya.
Bagi Nafiza, proses latihan menjadi pengalaman baru. Sebagai siswi kelas X, ia mengaku harus cepat beradaptasi dengan berbagai aturan dan gerakan yang sebelumnya belum pernah dipelajari.
“Kendalanya karena saya baru masuk kelas X. Jadi, saya masih belajar banyak tentang etika di Paskibraka. Ada juga gerakan-gerakan yang belum saya pahami,” ujarnya.
Selain latihan baris-berbaris, kondisi fisik menjadi perhatian selama pelatihan. Nafiza harus menjaga pola makan dan berat badan agar tetap sesuai standar.
“Pola makan kita dijaga banget. Kita juga makannya harus sesuai. Kalau berat badan kita tidak ideal, harus disesuaikan. Yang over dikurangi makannya, yang kurang ditambah. Saya cek setiap hari,” tuturnya.
Nafiza menyebut berat badannya sekitar 50 kilogram dengan tinggi 163 sentimeter. Pemantauan kondisi tubuh menjadi bagian dari rutinitas selama mengikuti pelatihan.
Meski harus menjalani latihan yang padat dan berbagai aturan, Nafiza tidak menganggapnya sebagai beban. Sebaliknya, proses tersebut membuatnya belajar mengenai kedisiplinan dan tanggung jawab.
Kepercayaan membawa baki Merah Putih pada upacara peringatan kemerdekaan menjadi pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan. Bagi Nafiza, tugas tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa latihan yang dijalaninya selama lebih dari satu bulan membuahkan hasil.
“Saya ingin membanggakan kedua orang tua saya. Saya juga ingin membanggakan diri saya sendiri,” ucapnya.
Pengalaman pertama tersebut bahkan membuat Nafiza memiliki keinginan melanjutkan kiprah sebagai Paskibraka hingga tingkat nasional. Ia juga berharap suatu hari dapat menjadi senior yang mampu membimbing anggota Paskibraka berikutnya.
“Saya berharap bisa menjadi lebih baik lagi. Saya berharap bisa menjadi senior yang baik dan mengajarkan adik-adik saya untuk lebih baik daripada saya,” tutupnya.
Bagi Nafiza, tugas membawa baki Merah Putih bukan sekadar kehormatan pada upacara kemerdekaan. Pengalaman tersebut menjadi awal perjalanan untuk terus membangun kedisiplinan, keberanian, dan tanggung jawab. (CR03)







Discussion about this post