KKN Nusantara UIN SMH Banten Hijaukan Desa Kadudamas

PANDEGLANG, BANPOS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Kelompok 13 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Hasanuddin Banten (SMH) mengajak masyarakat Desa Kadudamas melakukan penghijauan dengan menanam bibit pohon albasia.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa sekaligus mendukung program penghijauan desa. Penanaman mengusung tema “Merawat Ekoteologi, Menjaga Tradisi, Meneguhkan Iman, Melestarikan Alam.”

Baca Juga

Mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, khususnya petani, terlibat dalam penanaman secara gotong royong. Selain menjaga kelestarian lingkungan, bibit albasia diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 13, Umar Zaydan, mengatakan penanaman pohon menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menanam bibit, tetapi juga mendorong masyarakat ikut merawat tanaman agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat.

“Menanam pohon bukan hanya menanam bibit, tetapi juga menanam harapan. Kami berharap tanaman yang ditanam hari ini bisa tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” ujarnya.

Umar mengatakan, konsep ekoteologi yang diangkat dalam tema KKN diwujudkan melalui kegiatan sederhana dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Tuhan.

“Ketika kita menjaga alam, sebenarnya kita juga sedang menjalankan tanggung jawab sebagai manusia. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” katanya.

Salah seorang warga, Cukat, mengapresiasi bantuan bibit albasia dari mahasiswa. Ia mengaku bersyukur karena mendapat bantuan bibit dalam jumlah cukup banyak.

“Alhamdulillah, saya sangat berbahagia dan bersyukur menerima bantuan dari rekan-rekan mahasiswa. Tidak disangka dan tidak diduga kami mendapatkan bibit albasia sebanyak ini,” ujarnya.

Cukat berharap seluruh bibit dapat tumbuh dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga dengan ridho Allah, tanaman ini semuanya tumbuh sampai terlihat hasilnya. Terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa, semoga selalu dilancarkan dalam kegiatan sehari-hari,” katanya.

Kepala Desa Kadudamas, Jaro, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, penanaman albasia sejalan dengan program penghijauan desa sekaligus berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

“Tentunya saya selaku kepala desa sangat berterima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa atas bantuan bibit albasianya ini,” ujarnya.

Jaro mengatakan, kegiatan tersebut memberikan dua manfaat, yakni mendukung penghijauan dan membantu masyarakat, khususnya para petani.

“Pertama, ini membantu program kepala desa dalam hal penghijauan dengan ditanamnya bibit albasia. Kedua, telah memberikan manfaat kepada petani di Desa Damas. Mudah-mudahan apa yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap masyarakat dapat melanjutkan perawatan bibit setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN. Perawatan bersama dinilai penting agar program penghijauan tersebut memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mendorong pemanfaatan lahan secara produktif. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post