Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, TP PKK Cilegon Tinjau UMKM

CILEGON, BANPOS – Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Cilegon bersama Dinas Koperasi (Dinkop) meninjau sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkembang di Kota Cilegon.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program pembinaan dan fasilitas pemerintah benar-benar dimanfaatkan serta memberikan dampak terhadap perkembangan usaha.

Baca Juga

Ketua TP PKK Kota Cilegon, Alfi Rizki Aghnia Robinsar, melihat langsung proses produksi, pengemasan hingga pemasaran produk UMKM.

Sejumlah usaha yang dikunjungi diketahui telah berkembang dari skala rumahan menjadi rumah makan.

“Hari ini mengunjungi pelaku usaha UMKM yang ada di Kota Cilegon. Usahanya sudah cukup lama dan sudah sukses, bahkan sudah masuk ke rumah makan. Kami bertujuan untuk memastikan secara langsung cara pembuatan, packaging, dan pemasarannya,” ujar Alfi kepada BANPOS, Selasa (11/8).

Dorong UMKM Naik Kelas

Alfi mengatakan pelaku UMKM membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar mampu meningkatkan skala usaha.

Karena itu, ia mendorong Dinkop terus memberikan dukungan sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

“Semoga Dinkop dapat membantu pelaku usaha UMKM di Kota Cilegon semuanya agar dapat naik kelas. Saya akan melakukan support secara langsung, semoga sukses terus,” katanya.

Salah seorang pelaku UMKM, Dina dari Mania Dunia, mengatakan pembinaan Dinkop Cilegon telah memberikan manfaat terhadap perkembangan usahanya.

Ia mengaku telah mengikuti program pembinaan tersebut selama sekitar dua tahun.

Selama mengikuti pembinaan, Dina mendapatkan pengetahuan, pelatihan, serta fasilitas yang diberikan pemerintah untuk mendukung perkembangan usahanya.

“Pelaku usaha sudah bergabung dengan Dinkop selama dua tahun. Kami mendapatkan ilmu, pelatihan, dan fasilitas yang diberikan. Saya sangat terbantu dengan bergabung dengan Dinkop,” ungkapnya.

Evaluasi Bantuan Pemerintah

Sementara itu, Kepala Dinkop Kota Cilegon, Suhendi, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan UMKM yang selama ini menjadi binaan dinas.

Pemerintah ingin memastikan berbagai fasilitas yang diberikan kepada pelaku usaha benar-benar dimanfaatkan dan memberikan dampak terhadap perkembangan bisnis.

“Kita melihat langsung pelaku UMKM yang merupakan binaan dari Dinas Koperasi, melihat langsung fasilitas yang sudah diberikan ini berjalan atau tidak,” tuturnya.

Suhendi mengatakan perkembangan UMKM di Kota Cilegon menunjukkan kondisi yang cukup baik.

Hal tersebut terlihat dari sejumlah pelaku usaha yang mampu meningkatkan skala bisnis setelah mendapatkan pembinaan dan fasilitas.

“Alhamdulillah hari ini kita dikunjungi Ibu Wali Kota. UMKM di Cilegon sudah cukup bagus dan fasilitas sudah dibutuhkan oleh pelaku UMKM di Kota Cilegon,” ujarnya.

Ia berharap pelaku UMKM terus meningkatkan skala usaha dan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk membuka usaha.

“Semoga pelaku UMKM di Cilegon bisa terus berkembang, naik kelas, dan semakin bertambah pelaku UMKM,” ucapnya.

Fasilitasi Legalitas hingga Permodalan

Dinkop Kota Cilegon saat ini menyediakan sejumlah program untuk mendukung pengembangan UMKM.

Program tersebut antara lain fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, pendaftaran merek dan hak paten, fasilitasi permodalan, serta pendampingan usaha.

Berbagai program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku UMKM memenuhi aspek legalitas, meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, dan memperkuat kapasitas usaha.

Dengan dukungan tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan skala usaha dan naik kelas. (CR03)

Berita Terkait

Discussion about this post