Bebaskan Warga dari Jerat Rentenir, Pemkot Cilegon Kucurkan Pinjaman Modal UMKM Tanpa Bunga

Baca Juga

CILEGON, BANPOS – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Cilegon kembali mengucurkan fasilitas pinjaman modal usaha sangat segar. Bantuan pembiayaan finansial tersebut disalurkan langsung kepada seratus dua puluh dua orang pelaku usaha mikro kecil. Proses pencairan dana bergulir tahap ini resmi dilaksanakan secara serentak pada Selasa (11/8/2026).
Total alokasi dana bantuan yang digelontorkan khusus sepanjang bulan Agustus ini tercatat sukses menembus angka Rp228.500.000. Kepala UPTD Pengelola Dana Bergulir DinkopUKM Kota Cilegon Siti Maheli mengonfirmasi besaran penyaluran tersebut secara resmi. “Sampai bulan ini Agustus 2026 ada 555 UMKM dan nilainya mencapai Rp939 jutaan,” tambahnya.
Program penyaluran pinjaman tanpa agunan daerah ini memang dirancang khusus guna mewujudkan target pembentukan wirausaha. Pemerintah kota menjamin besaran pencairan dana amat bervariasi agar mampu menyesuaikan dengan skala kebutuhan operasional bisnis. Rentang penyaluran permodalan usaha ini dimulai dari nominal Rp1.000.000 hingga mencapai batas maksimal sebesar Rp5.000.000.
Kebijakan ekonomi solutif ini sengaja diterapkan demi memutus mata rantai jeratan utang rentenir liar di lapangan. Perempuan tangguh yang biasa disapa Mey ini memastikan fasilitas permodalan tersebut sangat meringankan beban para pengusaha. “Ini pinjaman modal dengan bunga nol persen dan tanpa jaminan,” tuturnya.
Penyaluran dana modal bulan ini mencatatkan kawasan Kecamatan Citangkil sebagai penerima terbesar dengan total besaran Rp57.000.000. Sementara wilayah Ciwandan menyusul sangat ketat dengan angka alokasi sebesar Rp38.000.000 bagi delapan belas kelompok usaha. Kecamatan Cilegon serta kawasan Cibeber juga turut menikmati kucuran permodalan usaha berturut-turut senilai Rp33.000.000 dan Rp27.000.000.
Pemerintah daerah juga sukses mendistribusikan permodalan bagi UMKM kawasan Grogol sebesar Rp25.500.000 serta wilayah Purwakarta senilai Rp18.500.000. Distribusi wilayah Jombang dan Pulomerak melengkapi pencairan tahap sebelumnya yang telah sukses menembus Rp711.000.000 bagi 433 UMKM.
“Kami berharap pinjaman modal tersebut digunakan sebaik-baiknya untuk menambah permodalan dan aset bisnis, bukan untuk penetingan konsumtif rumah tangga,” harapnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post