CILEGON, BANPOS – Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta asal Kota Cilegon, Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said, M.A., menegaskan bahwa Zikir dan Doa Kebangsaan harus menjadi ikhtiar spiritual yang berjalan beriringan dengan kerja nyata dalam membangun Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Agama RI itu dihadiri tokoh agama, akademisi, pimpinan perguruan tinggi, santri, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum. Agenda tersebut menjadi momentum memperkuat nilai-nilai spiritual, persatuan, dan kebangsaan.
“Zikir dan Doa Kebangsaan bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi merupakan ikhtiar spiritual yang harus berjalan berdampingan dengan kerja nyata seluruh anak bangsa dalam membangun Indonesia,” kata Prof. Hasani.
Menurutnya, kemajuan bangsa tidak boleh hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun perkembangan teknologi. Nilai-nilai religius harus tetap menjadi landasan moral agar pembangunan juga melahirkan masyarakat yang berakhlak, bersatu, dan hidup harmonis.
Prof. Hasani juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperkuat karakter kebangsaan. Menurutnya, kampus bukan hanya tempat mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang membentuk nilai, etika, kepemimpinan, dan penghormatan terhadap keberagaman.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam memperkuat karakter kebangsaan. Kampus bukan hanya tempat lahirnya ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan nilai, etika, kepemimpinan, dan penghormatan terhadap keberagaman,” ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui Zikir dan Doa Kebangsaan dapat memperkuat solidaritas sosial serta komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Nilai-nilai kebangsaan tidak dapat dipisahkan dari ajaran agama yang mengedepankan kemaslahatan, perdamaian, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” pungkasnya. (CR03)







Discussion about this post