SERANG, BANPOS – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menitipkan tiga misi besar kepada seluruh kader Demokrat. Pesan ini diutarakan saat AHY membuka Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Provinsi Banten, pada Jumat, (31/7) secara daring melalui Zoom Meeting.
Ketiga misi ini menjadi arah perjuangan partai berlambang Merci ini dalam menghadapi tantangan 25 tahun mendatang, yakni memperkuat ekonomi dan kesejahteraan rakyat, menegakkan hukum yang berkeadilan, serta menjaga demokrasi.
Dalam arahannya, AHY mengatakan usia ke-25 Partai Demokrat bukan sekadar momentum perayaan, tetapi menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen kader dalam mengabdi kepada masyarakat.
“Kita harus mensyukuri segala hal yang telah kita lalui bersama. Para pendiri Partai Demokrat, termasuk Bapak SBY, berharap bukan hanya 25 tahun pertama yang bisa kita lewati, tetapi 25 tahun ke depan harus semakin baik. Tanggung jawab itu ada di pundak kita semuanya,” ujar AHY.
Ia mengingatkan agar seluruh kader untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menunjukkan peran nyata dalam menjawab persoalan masyarakat.
“Mari kita rayakan bukan dengan pesta, tetapi dengan mengokohkan komitmen dan meluruskan niat agar Demokrat benar-benar bisa mengambil peran, baik dalam kebijakan maupun aksi nyata di tengah masyarakat,” katanya.
AHY juga meminta kader Demokrat di Banten menjadi ujung tombak partai yang mampu menghadirkan empati, kepedulian, dan solusi. Menurutnya, keberhasilan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, juga harus didukung karena dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kalau pemerintahnya sukses, maka yang merasakan dampak baiknya adalah rakyat kita sendiri,” ujarnya.
Pada misi pertama, AHY menegaskan Partai Demokrat akan terus mengawal pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Menurutnya, pembangunan harus membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat daya beli masyarakat.
“Kita ingin memajukan ekonomi yang menyejahterakan seluruh rakyat, bukan pertumbuhan yang tinggi tetapi menyisakan kesenjangan sosial,” tuturnya.
Misi kedua, lanjut AHY, adalah memperjuangkan penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu. Ia menegaskan hukum tidak boleh “tajam ke bawah dan tumpul ke atas”, serta keadilan tidak boleh baru hadir setelah sebuah persoalan menjadi viral.
AHY juga meminta kader Demokrat hadir mendampingi masyarakat yang lemah agar memperoleh perlindungan hukum dan kesempatan ekonomi yang lebih baik.
Sementara pada misi ketiga, AHY menekankan pentingnya menjaga demokrasi yang sehat dengan tetap membuka ruang kritik bagi masyarakat, organisasi sipil, dan insan pers sebagai bagian dari mekanisme pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
“Ruang kritik dan ruang berbicara harus tetap dibuka dengan baik untuk masyarakat, civil society, dan pers karena mereka merupakan pilar demokrasi yang menghadirkan checks and balances,” ungkapnya.
Menutup arahannya, AHY meminta seluruh kader menjadikan tiga misi tersebut sebagai pedoman perjuangan melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan politik.
“Bawa narasi ini dan tunjukkan dengan karya dan kerja nyata. Bukan hanya diucapkan, tetapi dibuktikan dalam perjuangan di DPRD, di daerah, dan ketika menyapa masyarakat di akar rumput,” tandasnya. (*)




Discussion about this post