CILEGON, BANPOS – Istri Gubernur Banten, Tinawati Andra Soni, didampingi Istri Walikota Cilegon, Alfi Rizki Aghnia, mengunjungi korban kecelakaan lalu lintas di Kelurahan Lebak Gede, Kota Cilegon, Kamis (30/7). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan empati sekaligus memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan dari pemerintah.
Tinawati mengatakan kehadiran dirinya merupakan bentuk empati pemerintah kepada keluarga yang tengah berduka. Ia berharap keluarga diberi ketabahan, sementara ayah korban yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih.
“Kehadiran kami merupakan bentuk empati pemerintah terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Kami berharap keluarga diberikan ketabahan dan ayah korban segera pulih sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarganya,” ujarnya kepada BANPOS.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten akan mengawal kebutuhan keluarga korban, mulai dari pendampingan pengurusan layanan kesehatan hingga pemanfaatan BPJS agar proses pengobatan berjalan optimal.
“Pemerintah akan mendampingi keluarga korban, mulai dari pengurusan layanan kesehatan hingga pemanfaatan BPJS agar proses pengobatan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Terkait penyebab kecelakaan, Tinawati menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada kepolisian. Ia berharap penyelidikan dilakukan secara profesional dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.
“Kami menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian dan berharap penanganannya berjalan profesional serta memberikan keadilan bagi keluarga korban,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat turut memberikan dukungan moral kepada keluarga korban agar dapat melalui masa pemulihan.
Sementara itu, ibu korban, Yani, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Tinawati Andra Soni dan Alfi Rizki Aghnia. Menurutnya, selain menyampaikan belasungkawa, keduanya juga memberikan bantuan dan memastikan keluarga memperoleh pendampingan apabila mengalami kesulitan.
“Ibu Gubernur dan Ibu Wali Kota memberikan bantuan berupa uang. Kalau ada kesulitan, katanya nanti akan dibantu,” ungkapnya.
Yani berharap suaminya yang hingga kini masih menjalani perawatan segera pulih sehingga dapat kembali beraktivitas.
“Harapan kami ayahnya bisa kembali sehat, bisa bekerja lagi, dan berkumpul bersama keluarga,” katanya.
Mengenai proses hukum, Yani menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Namun, ia berharap pelaku bertanggung jawab atas peristiwa yang merenggut nyawa anaknya.
“Kami minta pelaku bertanggung jawab sepenuhnya dan diproses seadil-adilnya. Keluarga kami kehilangan nyawa,” pungkasnya. (CR03)







Discussion about this post