Lampaui Target Nasional, Cilegon Kejar Imunisasi Anak 100 Persen

CILEGON, BANPOS – Pemerintah Kota Cilegon menargetkan cakupan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 mencapai 100 persen. Target tersebut lebih tinggi dari sasaran nasional sebesar 99 persen sebagai upaya memastikan seluruh siswa mendapatkan perlindungan melalui imunisasi.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, mengatakan target tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah.

Baca Juga

“Target nasional sebesar 99 persen dengan pelaksanaan pada Agustus dan November. Untuk Kota Cilegon, saya minta cakupannya bisa mencapai 100 persen agar melampaui target nasional. Imunisasi sangat penting untuk melindungi anak-anak dari berbagai penyakit,” kata Aziz usai rapat koordinasi pelaksanaan BIAS di Aula Setda Kota Cilegon, Rabu (29/7).

Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Cilegon mengerahkan dukungan lintas sektor. Pelaksanaan BIAS melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sekolah dan madrasah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga aparatur kewilayahan mulai dari camat, lurah, RT, dan RW.

Menurut Aziz, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dibutuhkan agar pelaksanaan imunisasi menjangkau seluruh sasaran sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya imunisasi bagi anak.

Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan di lapangan. Salah satunya, masih terdapat orang tua yang menolak memberikan izin anaknya mengikuti imunisasi karena khawatir terhadap efek samping setelah penyuntikan vaksin.

“Masih ada orang tua yang khawatir anaknya demam setelah imunisasi. Padahal, kondisi tersebut merupakan respons alami tubuh terhadap vaksin dan bukan berarti anak sedang sakit. Karena itu, sosialisasi harus terus diperkuat agar masyarakat memahami manfaat imunisasi,” ujarnya.

Ia berharap penguatan edukasi kepada masyarakat dan sinergi seluruh pihak dapat mendorong keberhasilan pelaksanaan BIAS 2026. Dengan demikian, target cakupan 100 persen dapat tercapai dan semakin banyak anak terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post