Sudah saatnya ‘RESET’

Entah kenapa semakin ke sini saya justru semakin merasa khawatir dan gelisah ketika melihat pemberitaan menyangkut situasi nasional akhir-akhir ini. Alih-alih rasa optimis yang tumbuh, yang ada malah perasaan pesimis yang mendominasi.

Dimulai dari pemberitaan ekonomi, politik hingga terakhir penegakan hukum semuanya tak ada yang bisa dibanggakan. Ngomongi yang terakhir, saya bahkan sempat berfikir: “Di Indonesia ini kayaknya nggak ada yang bisa dipercaya”.

Baca Juga

Kalau saya boleh berpendapat, sepertinya, kita bakal terus nelangsa kalau sistem yang dijalankan masih tetap gini-gini aja. Perlu ada perubahaan yang ‘radikal’ dan menyeluruh untuk bisa memperbaikai semua ‘kerusakan’ yang terjadi.

Ya, ibarat judul buku mah sistem pemerintahan kita ini kudu di-’RESET’ atau kalau menganalogikannya sebagai komputer, kayaknya perlu mengganti operating system (OS) dari Windows ke Linux atau MacOS supaya memberikan pengalaman baru.

Kenapa begitu? Ya, coba pikirkan aja sendiri. Nggak usah jauh-jauh dimulai dari Jokowi pertama kali menjabat sebagai presiden sampai sekarang anaknya jadi Wapres dipasangkan dengan Prabowo sebagai presiden, memangnya hidup kita menjadi lebih baik?

Yang ada malah kondisinya mengalami kemunduran. Bahkan, mundurnya jauh sekali mengarah kembali ke era Orde Baru atau Orba. Salah satu tandanya adalah pelibatan aktif TNI dalam urusan-urusan sipil.

Misalnya, program swasembada pangan dengan menanam jagung, proyek koperasi desa merah putih (KDMP), dan terbaru kabarnya pemerintah berencana akan melibatkan TNI dalam penagihan pajak kepada masyarakat. Menurut saya, gagasan ini sangat tidak bisa diterima.

Karena apa? Ya karena sudah semestinya TNI difokuskan pada hal-hal yang sifatnya menjaga pertahanan negara. Sementara yang sifatnya sipil seperti urusan membayar pajak misalnya, ya serahkan saja kepada masyarakat sipil.

Itu salah satu contoh dari sekian banyak masalah yang terjadi dan membuat perasaan khawatir dan gelisah semakin tumbuh subur setiap harinya.

Balik lagi soal reset. Sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk kita untuk merubah sistem yang ada dengan suatu sistem yang baru. Namun pertanyaannya, kira-kira, sistem pemerintahan apa yang pantas bagi Indonesia?

Berita Terkait

Discussion about this post