CILEGON, BANPOS – Rencana pembenahan Stadion Geger Cilegon masih terkendala keterbatasan anggaran. Di tengah kebijakan efisiensi belanja pemerintah, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon hanya mampu melakukan perbaikan secara bertahap.
Kepala Disporapar Kota Cilegon, Sakri Jasiman, mengatakan anggaran pemeliharaan Stadion Geger yang bersumber dari APBD setiap tahun hanya sekitar Rp900 juta. Nilai tersebut dinilai belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan perbaikan stadion.
“Setiap tahun kami tetap mengajukan anggaran, minimal untuk pemeliharaan. Berapa pun yang dialokasikan, kami lakukan secara bertahap sambil melengkapi fasilitas yang masih dibutuhkan,” kata Sakri, Senin (29/6).
Menurutnya, seluruh fasilitas stadion idealnya segera dibenahi. Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Tahun ini, sebagian anggaran pemeliharaan telah digunakan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas sebagai persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).
“Menjelang Popda kami melakukan pembenahan di beberapa titik. Memang belum semua kebutuhan bisa dipenuhi, tetapi kami terus berupaya melengkapinya secara bertahap,” ujarnya.
Sakri mengungkapkan masih banyak fasilitas Stadion Geger yang membutuhkan perbaikan. Namun, Disporapar memprioritaskan pembenahan pada bagian yang paling mendesak, seperti penataan kursi penonton dan fasilitas pendukung lainnya.
“Secara keseluruhan masih banyak yang harus dibenahi. Tetapi kami dahulukan yang paling penting. Salah satunya kursi penonton agar tampilan stadion lebih baik,” katanya.
Ia juga memastikan tidak ada tambahan anggaran untuk Stadion Geger melalui APBD Perubahan 2026. Bahkan, kebutuhan anggaran pemeliharaan pada 2027 diperkirakan masih berada di kisaran Rp900 juta.
“Kalau anggaran perubahan sepertinya tidak ada. Untuk tahun depan kebutuhannya kemungkinan masih sekitar itu,” ujarnya.
Di sisi lain, harapan memperoleh bantuan renovasi dari pemerintah pusat juga belum terealisasi. Disporapar sebelumnya telah berkomunikasi dengan kementerian terkait rencana renovasi sejumlah stadion di Indonesia. Namun, program tersebut belum berlanjut, diduga akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Cilegon masih mengandalkan APBD untuk melanjutkan pembenahan Stadion Geger secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. (*)







Discussion about this post