CILEGON, BANPOS – Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati Fajar, menegaskan bahwa kecerdasan dan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan etika.
Menurut perempuan yang akrab disapa Raras itu, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menjadi narasumber dalam seminar bertajuk “Pintar Saja Tidak Cukup, Keselarasan Ilmu dan Etika” yang diselenggarakan komunitas sosial Sayang Cilegon, beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, Raras mengajak peserta menjadikan etika sebagai landasan dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Ia berharap seminar tersebut mampu membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya keseimbangan antara kecerdasan dan karakter.
“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, pola pikir peserta dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik, baik untuk dirinya sendiri maupun bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Raras.
Istri Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo itu menilai kecerdasan tanpa etika tidak akan memberikan manfaat yang optimal, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Semoga kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pintar saja bukanlah hal yang utama jika tidak dibarengi dengan etika,” ujarnya.
Raras juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan pembahasan yang lebih mendalam. Menurutnya, masih banyak persoalan sosial dan kemasyarakatan yang membutuhkan perhatian serta kolaborasi berbagai pihak.
“Ke depan masih banyak hal yang perlu kita sentuh bersama. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Founder Sayang Cilegon, Adi Sudrajat, mengatakan seminar tersebut digelar sebagai upaya memberikan motivasi dan energi positif kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Menurut Adi, masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga inspirasi dan dorongan untuk terus berkembang.
“Kami menilai masyarakat saat ini membutuhkan motivasi, masukan, dan semangat positif untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” katanya.
Adi menambahkan, pihaknya menghadirkan Raras sebagai narasumber karena dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas untuk berbagi wawasan kepada peserta.
“Kami meyakini beliau memiliki kapasitas dan kompetensi di bidangnya. Dengan semangat kolaborasi yang terbangun, kami optimistis masyarakat dapat tumbuh dan berkembang bersama,” ujarnya.
Seminar tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan etika dalam kehidupan bermasyarakat. (*)







Discussion about this post