Robinsar: Penataan Kabel Underground di Cilegon Hemat Anggaran hingga Rp10 Miliar

CILEGON, BANPOS – Pemerintah Kota Cilegon terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung transformasi digital. Salah satu hasil nyata dari kerja sama tersebut adalah penataan kabel utilitas bawah tanah (underground) di kawasan Cilegon Timur hingga Landmark Cilegon.

Walikota Cilegon Robinsar mengatakan, program penataan kabel yang semula diperkirakan membutuhkan anggaran Rp8 miliar hingga Rp10 miliar itu akhirnya dapat direalisasikan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga

Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Banten yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon, Selasa (9/6).

“Alhamdulillah, jalur Cilegon Timur hingga Landmark Cilegon, kabel-kabel utilitas di kawasan tersebut kini sudah underground seluruhnya. Ini merupakan bentuk langkah nyata dan kerja konkret APJII bersama Pemerintah Kota Cilegon,” ujar Robinsar.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari komunikasi dan kolaborasi yang baik antara Pemkot Cilegon dan APJII.

“Karena kondisi efisiensi anggaran yang cukup besar, kami mencari berbagai alternatif. Dengan kolaborasi bersama APJII, program ini akhirnya dapat terlaksana tanpa menggunakan APBD sekaligus mempercantik wajah kota,” katanya.

Selain mengapresiasi APJII, Robinsar juga berharap organisasi tersebut dapat terus berkontribusi dalam memperluas akses internet hingga menjangkau wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan atau blank spot.

Menurutnya, akses internet saat ini telah menjadi kebutuhan penting masyarakat sehingga pemerataan layanan digital harus terus didorong.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten Beni Ismail menilai tema Rakerwil APJII Banten, Membangun Banten Go Digital, sejalan dengan visi transformasi digital yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Banten.

“Transformasi digital saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat daya saing daerah, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Beni juga mengapresiasi sinergi antara Pemkot Cilegon dan APJII yang dinilai berhasil mendorong pengembangan infrastruktur digital di daerah.

Menurutnya, sebagai kota industri dan salah satu motor penggerak ekonomi Banten, kesiapan infrastruktur digital di Kota Cilegon akan memberikan dampak positif bagi wilayah sekitarnya.

Sementara itu, Ketua APJII Banten Syarifuddin menegaskan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara jasa internet dan pemerintah daerah untuk menciptakan kepastian investasi di sektor telekomunikasi.

Ia mengungkapkan, APJII saat ini memiliki sekitar 1.500 anggota di seluruh Indonesia dan sekitar 80 persen di antaranya merupakan pelaku usaha kecil dan menengah.

Syarifuddin juga mengapresiasi dukungan Pemkot Cilegon dalam program penataan kabel fiber optik yang dinilai berjalan lancar tanpa mengganggu layanan kepada masyarakat.

“Dengan komunikasi yang intens dan keterlibatan seluruh pihak, proses penataan kabel fiber optik di Kota Cilegon dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.

Rakerwil APJII Banten turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Cilegon Agus Zulkarnain, jajaran pengurus APJII Banten, serta penyelenggara jasa internet dari berbagai daerah di Provinsi Banten. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post