CILEGON, BANPOS – Menjelang pelaksanaan Muktamar XI, konsolidasi internal PB Al-Khairiyah semakin menguat. Dalam rapat koordinasi yang dihadiri unsur Majelis Syuro, Dewan Pakar, dan jajaran Wakil Ketua Umum PB Al-Khairiyah, muncul dukungan kolektif agar Ali Mujahidin kembali memimpin organisasi untuk periode ketiga.
Rapat koordinasi tersebut digelar akhir pekan lalu di Kota Cilegon, Banten. Forum itu menjadi ruang musyawarah strategis yang mempertemukan tokoh, ulama, akademisi, dan pimpinan organisasi untuk membahas arah perjalanan Al-Khairiyah menjelang Muktamar XI.
Baca Juga
Dalam rapat tersebut, Majelis Syuro dan Dewan Pakar menilai kesinambungan kepemimpinan penting untuk menjaga stabilitas organisasi. Dukungan terhadap Ali Mujahidin juga dinilai berdasarkan kapasitas kepemimpinan dan keberhasilannya menjalankan amanat muktamar sebelumnya.
Ketua Umum Majelis Syuro PB Al-Khairiyah, Mansyur Muchyidin mengatakan, keberlanjutan kepemimpinan menjadi bagian penting dalam memperkuat pengabdian organisasi kepada umat dan bangsa.
“Keberlanjutan kepemimpinan penting untuk menjaga stabilitas organisasi dan memperkuat agenda pengabdian Al-Khairiyah,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Ketua Dewan Pakar PB Al-Khairiyah, Prof Dr Zakaria Syafei. Ia menegaskan, dukungan terhadap Ali Mujahidin harus tetap berada dalam koridor etika organisasi dan tradisi musyawarah.
Menurutnya, prinsip “wa syāwirhum fil amr” dan “amruhum syūrā bainahum” harus menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan organisasi.
Dukungan juga disampaikan Sekretaris Dewan Pakar PB Al-Khairiyah, Dr Mahfud Salimi, serta diperkuat sejumlah anggota Dewan Pakar lainnya, termasuk Prof Dr Mufti Ali.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar PB Al-Khairiyah, Prof Dr Amin Suma menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kedewasaan organisasi menjelang Muktamar XI.
Pada kesempatan tersebut, Prof Amin juga memberikan sejumlah masukan strategis kepada panitia muktamar. Salah satunya mengusulkan agar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, diundang dalam pelaksanaan Muktamar XI PB Al-Khairiyah.
Selain itu, panitia juga didorong untuk melakukan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Banten guna memohon doa dan dukungan terhadap pelaksanaan muktamar.
Sekretaris Jenderal PB Al-Khairiyah, Ahmad Munji menjelaskan, Muktamar XI PB Al-Khairiyah dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 18 Oktober 2026 di Kampus Peradaban Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon.
Ia menyebutkan, struktur kepanitiaan telah dibentuk dengan Dr Rafiudin sebagai Ketua Steering Committee (SC) dan Ahmad Trias Sundoro sebagai sekretaris. Sementara Ketua Organizing Committee (OC) dijabat Dr Sayuti bersama Juju Adiwikarta sebagai sekretaris.
Menurut Ahmad Munji, dukungan terhadap Ali Mujahidin untuk kembali memimpin PB Al-Khairiyah menjadi aspirasi yang mengemuka kuat dalam rapat koordinasi tersebut.
“Ali Mujahidin dinilai mampu menerjemahkan amanat muktamar sebelumnya secara progresif dan menjaga kesinambungan gerakan dakwah, pendidikan, serta penguatan kelembagaan Al-Khairiyah,” katanya.
Muktamar XI PB Al-Khairiyah mengusung tema “Memperkokoh Aqidah, Mengembangkan Syari’at dan Membangun Akhlaq untuk Peradaban”. Melalui muktamar tersebut, Al-Khairiyah diharapkan semakin memperkuat kontribusinya bagi umat, bangsa, dan negara, khususnya di bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial-keagamaan. (*)







Discussion about this post