CILEGON, BANPOS – Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan paru-paru dinilai masih rendah, padahal organ tersebut memiliki peran penting dalam sistem pernapasan.
Hal itu disampaikan Dokter Spesialis Paru Eka Hospital Cilegon, dr Adhi Nugroho Latief, saat diskusi bersama media di Cilegon, Kamis (7/5).
Baca Juga
Menurut Adhi, penyakit paru seperti kanker paru, tuberkulosis (TBC), dan PPOK sering berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal.
“Inilah mengapa skrining paru sangat penting agar penyakit tidak berkembang lebih parah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, skrining paru merupakan pemeriksaan medis untuk mendeteksi penyakit sejak dini sebelum gejala muncul.
Skrining dianjurkan bagi masyarakat dengan risiko tinggi, seperti perokok aktif, mantan perokok berat, pekerja yang terpapar polusi atau bahan kimia, serta yang memiliki riwayat penyakit paru dalam keluarga.
“Dengan deteksi dini, penanganan bisa lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan,” katanya.
Adhi mengatakan, salah satu metode pemeriksaan yang efektif adalah CT Scan Dosis Rendah (Low-Dose CT Scan) untuk mendeteksi kanker paru sejak dini.
“Prosedurnya cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit,” ujarnya.
Selain CT scan, pemeriksaan lain yang digunakan yakni rontgen dada, spirometri atau tes fungsi paru, bronkoskopi, hingga USG thorax.
Menurutnya, setiap metode memiliki fungsi berbeda untuk mendeteksi gangguan paru-paru.
Adhi menegaskan, menjaga kesehatan paru tidak cukup hanya dengan pemeriksaan rutin, tetapi juga harus diimbangi pola hidup sehat.
“Berhenti merokok, rutin berolahraga, dan menghindari polusi juga penting untuk menjaga kesehatan paru,” tandasnya. (*)







Discussion about this post