PANDEGLANG, BANPOS – Masjid As-Salafie atau yang disebut Majid Agung Caringin yang ada di Kampung Caringin, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, merupakan salah satu Masjid Agung yang usianya sudah mencapai sekitar 136 tahun menjadi bukti sejarah penyebaran agama Islam di wilayah Provinsi Banten.
Menurut cerita, bangunan Masjid As-Salafie tersebut sudah berusia satu abad lebih. Pasalnya Masjid tersebut dibangun pasca Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883 silam. Tepatnya, Masjid Agung Caringin didirikan pada tahun 1887 silam oleh salah seorang tokoh Ulama termasyhur di Banten, yakni Syech Asnawi Caringin.
Meskipun sudah berusia ratusan tahun, saat ini kondisi bangunan Masjid masih terlihat kokoh, dan struktur bangunan sejak awal dibangun hingga sekarang tidak ada perubahan, masih terlihat asli dan kuat.
Masjid Agung As-Salafie Caringin tersebut juga salah satu bukti sejarah penyebaran Agama Islam di pesisir barat Pulau Jawa, pada zaman penjajahan Belanda dulu. Terlihat jelas, bangunan Masjid kuno tersebut masih terlihat bagus, kokoh dan terawat. Struktur bangunan awal hingga saat ini masih tetap sama, meski pernah dilakukan pemeliharaan.
Namun, struktur bangunan tidak pernah ada yang dirubah. Karena masyarakat sekitar sangat menjaga nilai sejarah dari bangunan Masjid tersebut. Konon, arsitektur bangunan Masjid tersebut perpaduan antara model arsitektur lokal dan Eropa.
Model bangunan lokal terlihat dari empat tiang penopang utama yang disebut Soko Guru. Kalau melihat bagian atas ambang pintu, terlihat ada ukiran Singer. Sedangkan gaya bangunan arsitektur Eropa, bisa dilihat dari dinding bangunan yang cukup tebal, berbeda dengan bangunan-bangunan biasa.
Bahkan, bangunan Masjid As-Salafie tersebut sudah masuk Benda Cagar Budaya (BCB). Dan mulai pemugaran bangunan pada tahun 1984 oleh Dirjen Kebudayaan.
Bangunan Masjid As-Salafie tersebut juga nampaknya mampu meningkatkan prekonomian masyarakat sekitar. Karena Masjid bersejarah itu biasanya pada Hari Sabtu dan Minggu banyak dikunjungi wisatawan.
Karena, tidak sedikit warga sekitar yang menjajakan oleh-oleh untuk dijual kepada para pengunjung. Apalagi lokasi Masjid itu berdekatan dengan Makam Syech Asnawi Caringin, yang merupakan pendiri bangunan Masjid tersebut, yang hingga saat ini pemakamannya banyak dikunjungi pencinta wisata religi.
Tidak sedikit masyarakat dari berbagai daerah berdatangan untuk berziarah ke Makan Syech Asnawi Caringin, dan pengunjung biasanya beristirahat dan Sholat di Masjid As-Salafie tersebut.
Ketua DKM Masjid As-Salafie Caringin, Mumu Muchlis mengatakan, Masjid ini merupakan Masjid tertua di Kecamatan Labuan. Karena Masjid ini saksi sejarah penyebaran Agama Islam pada zaman penjajahan Belanda dulu.
“Iya bangunan Masjid ini sekitar 100 tahun lebih. Karena menurut cerita dulu, Masjid ini dibangun ada tahun 1887 setelah peristiwa meletusnya gunung Krakatau,” kata Mumu kepada wartawan eberapa waktu lalu.
Dikatakannya, sekarang ini tidak sedikit warga dari berbagai daerah di Banten maupun dari luar Banten, yang berkunjung ke Masjid ini untuk mengetahui nilai-nilai sejarah Masjid tersebut.
“Iya, banyak warga dari luar daerah yang ingin tahu sejarah Masjid ini. Karena Masjid As-Salafie ini salah satu Benda Cagar Budaya (BCB),” katanya.
Menurutnya, bangunan Masjid ini merupakan bukti sejarah penyebaran Agama Islam di pesisir barat Pulau Jawa oleh Syech Asnawi Caringin.
“Masjid ini bukti sejarah penyebaran Agama Islam di Banten, saat itu ada Ulama termasyhur bisa dikatakan Wali Allah, yakni Syech Asnawi. Sekarang makam Syech Asnawi ada di Caringin, yang juga banyak dikunjungi masyarakat untuk berziarah,’ ujarnya.
Terpisah, Camat Labuan, Yayat Hidayat membenarkan, jika Masjid Agung Caringin adalah Masjid bersejarah. Karena usia bangunan Masjid sudah ada sejak ratusan tahun silam. Ia menjelaskan, bangunan Masjid tersebut sekarang ini masih terlihat kokoh dan bagus, karena selalu dilakukan perawatan secara maksimal.
“Masyarakat sekitar sangat kuat menjaga bangunan bersejarah ini, karena memang Masjid itu menurut cerita adalah saksi penyebaran Agama Islam di Banten, tepatnya di pesisir barat Pulau Jawa,” tuturnya.
Ia berharap, agar masyarakat tetap menjaga kelestarian bangunan Masjid tersebut agar tidak punah ditelan zaman. Tapi, ia meyakini, bahwa masyarakat Caringin sangat kuat menjaga Masjid Agung tersebut.
“Jika melihat kondisi bangunan Masjid yang masih kokoh dan rapih, artinya masyarakat sangat kuat menjaga kelestarian bangunan bersejarah ini,” ungkapnya. (*)







Discussion about this post