Dinkes Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan Hadapi Perubahan Cuaca

Cegah Peningkatan Penyebaran Penyakit Paru-paru

SERANG, BANPOS – Sebanyak 78 ribu warga Banten tercatat mengalami infeksi paru-paru atau pneumonia sepanjang tahun ini.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menyebut, angka tersebut baru sekitar 68 persen dari total target temuan kasus sebesar 116 ribu.

Baca Juga

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menjelaskan, saat ini banyak temuan penyakit paru-paru yang beragam di masyarakat seperti pneumonia, bronkopneumonia, hingga TBC yang ditandai oleh batuk berkepanjangan hingga dua hingga empat minggu.

“Batuk bekepanjangan ini bisa dua atau empat minggu tidak sembuh selain bronkopneumonia bisa curiga arah TBC, kita tahu bahwa Indonesia saat ini urutan kedua di dunia termasuk juga Banten karena berada di Indonesia di mana subur terhadap kuman TBC,” ujar Ati, Senin (29/12).

“Target kami untuk menemukan kasus pneumonia itu sekitar 116 ribu kasus yang ada tapi yang kami temukan kinerja dari pemerintah provinis, serta kabupaten dan kota yakni baru sekitar 68 persen,” sambungnya

Menurut Ati, pneumonia tersebar merata di seluruh kabupaten dan kota di Banten, dengan penemuan kasus tertinggi di Kota Tangerang. Namun, tingginya angka tersebut bukan berarti situasi di daerah itu memburuk.

“Tapi ini kasus bukan berarti dia (Pemkot Tangerang) jelek, tapi karena dia mencari secara aktif penemuan kasus mereka mereka yang dinyatakan penumonia maka harapannya cepat ditemukan dia juga cepat diobati sehingga tingkat kematiannya dapat kita turunkan,” katanya.

Ati menambahkan, pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri maupun virus, dan sering kali menyerupai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang muncul saat perubahan cuaca. Pemerintah saat ini juga menjalankan program prioritas nasional vaksinasi pneumonia bagi anak usia 2 sampai 4 bulan untuk mencegah infeksi berat sejak dini.

Dinas Kesehatan Banten, kini terus melakukan active case finding di seluruh puskesmas dan klinik. Setiap warga dengan gejala batuk yang tak kunjung sembuh diimbau untuk segera memeriksakan diri.

“Saat ini seluruh puskesmas dan klinik di seluruh Provinsi Banten setiap ada kasus batuk berkepanjangan harus dicurigai pneumonia atau TBC,” tuturnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Banten, RR Sulestiorini mengimbau agar masyarakat dapat menjaga pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. Terutama, ditengah perubahan cuaca yang terjadi saat ini.

“Masyarakat diharap bisa menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat dan olahraga rutin, ” jelasnya.

“Jika ada gejala batuk yang tak kunjung sembuh, masyarakat diimbau agar bisa memeriksakan kondisi tersebut di sarana kesehatan terdekat,” tambahnya. (ADV)

Berita Terkait

Discussion about this post