JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah saat ini dibuka melemah tajam pada awal perdagangan Selasa (9/9/2025). Rupiah turun 1,13 persen ke level Rp 16.494 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.310 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia pagi ini bervariasi terhadap dolar AS. Beberapa mata uang yang menguat di antaranya dolar Taiwan 0,34 persen, ringgit Malaysia 0,29 persen, baht Thailand 0,28 persen, yen Jepang 0,18 persen, dolar Singapura 0,14 persen, won Korea Selatan 0,07 persen, dan yuan China 0,07 persen. Sementara dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen.
Di sisi lain, indeks dolar AS terhadap mata uang utama justru melemah 0,08 persen ke level 97,33. Adapun rupiah tercatat menguat terhadap mata uang lain, yakni poundsterling Inggris sebesar 0,19 persen ke Rp 22.111 dan dolar Australia sebesar 0,15 persen ke Rp 10.751.
Analis Pasar Uang, Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah terhadap dolar AS dipicu oleh faktor domestik, khususnya penggantian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa secara global indeks dolar AS masih mendapat tekanan akibat meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed).
Lukman memperkirakan rupiah sepanjang hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.350 hingga Rp 16.550 per dolar AS. (*)

Discussion about this post